Angkasa Pura 2

YLKI Kritik Kemenhub dan PT KAI Karena Tarif KA Ekonomi Naik 150%

EmplasemenSelasa, 2 Desember 2014
ka ekonomi

JAKARTA (beritatranscom) _ Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik Pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menaikkan tarif KA kelas ekonomi jarak jauh sampai 150% mulai 1 Janurai 2015. Kebijakan ini akan memberatkan masyarakat kelas rendah pengguna KA.

“Kenaikan tarif KA ekonomi itu seharusnya tak sampai sebesar itu, mengingat mereka adalah warga kebanyakan dan masih butuh subsidi,” ujar Ketua YLKI Tulus Abadi menjawab beritatrans.com di Jakarta, Senin (1/12/2014) malam.

Dikatakan, seharusnya KA ekonomi berhak atas subsidi dari negara itu. Pasalnya, KA ekonomi itu merupakan angkutan masal. “Jika semua subsidi dialihkan ke KA Commuter, itu tidak adil. Akhirnya hanya orang perkotaan yang menikmati subsidi untuk KA,” kata Tulus lagi.

Kalaupun tarifnya akan dinaikkan dan subsidinya dicabut, saran Tulus, maka tarif yang diberlakukan harus berdasar jarak, bukan tarif rata-rata.

“Misalnya ada tarif jarak pendek, jarak sedang dan tarif jarak terjauh. Misalnya jarak Kutoarjo-Purwokerto, Kutoarjo-Cirebon, dan Kutoarjo-Jakarta,” jelas Tulus.

Manajemen KAI sebagai BUMN harus adil dan bijak. Pengurangan subsidi untuk KA ekonomi jarak jauh harus disikapi dengan bijak. Tidak elok terus menimpakan semua beban ke konsumen kelas ekonomi.

“Bukan sebaliknya, tarif KA ekonomi langsung naik dan semua bebas ditimpakan pada penumpang. Penumpan KA ekonomi itu masyarakat kelas bawah, mereka butuh subsidi,” kritik YLKI lagi.

Tulus meminta KAI memberlakukan skema tarif sesuai jarak secara proporsional. “Itu skema tarif yang adil. Tapi jika menggunakan tarif terjauh menjadi tidak adil, sementara pengguna KA ekonomi adalah masyarakat kelas bawah. Mereka itu jelas berhak atas subsidi yang dikucurkan negara melalui APBN,” tegas aktivis YLKI.(helmi)

loading...