Angkasa Pura 2

BBM Subsidi Naik, Konsumsi Pertamax Melonjak

KoridorRabu, 3 Desember 2014
SPBU Pertamax

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Pertamina (Persero) mencatat terjadi lonjakan konsumsi Pertamax sampai 237 persen. Fenomena itu terjadi sejak kenaikan harga BBM subsidi mulai 18 November 2014. Konsumen termasuk pengguna sepeda motor mulai beralih menggunakan BBM nonsubsidi khususnya pertamax.

“Seminggu terakhir, rata-rata konsumsi Pertamax 5.219 kiloliter (kl) per hari. Sebelumnya 2.200 kiloliter per hari. Ini belum pada balance sesungguhnya, bisa jadi itu terus naik,” ujar Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Dia menduga, kondisi tersebut merupakan dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berubsidi pada 18 November 2014 lalu. Sejak kenaikan harga tersebut, selisih harga BBM subsidi dengan non subsidi makin tipis, sekitar Rp1.000 per liter untuk premium.

“Kini banyak pengguna kendaraan baik mobil atau sepeda motor beralih dari memggunakan premium ke pertamax. Wajar jika volume penjualan pertamax pun iku melonjak karenanya,” jelas Suhartoko.

Suhartoko memperkirakan konsumsi Pertamax bakal terus meningkat, bukan hanya pekan-pekan awal setelah harga premium dan solar naik. Dia melihat kecenderungan migrasi bakal permanen, alias masyarakat tidak akan beralih kembali ke Premium.

“Orang yang sudah beli Pertamax tahu persis enaknya Pertamax seperti apa, sehingga tidak akan kembali (ke Premium). Hehehe,” imbuh Suhartoko usai bertemu dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu.

Diakui Suhartoko, meski ada migrasi dari Premium ke Pertamax, kuota BBM bersubsidi tetap jebol. “Tetap jebol PSO (Public Service Obligtion) keseluruhan, karena solarnya sudah terlalu parah. Jadi total PSO yang 46 juta kiloliter itu akan jebol,” tegas Suahartoko.(helmi)

loading...