Angkasa Pura 2

Harga Avtur Tinggi, Pertamina harus Reformasi Kilang

KokpitKamis, 4 Desember 2014
IMG_20141204_124440

TANGERANG (beritatrans.com) – Harga di Indonesia lebih mahal 12-15% dibanding avtur di negara tetangga Asean. Hal itu terjadi karena Indonesia net oil imorter. Harus perkuat pasokan avtur dengan harga bersaing.

“Pertamina harus impor avtur untuk konsumsi di Indonesia. Ini sangat dipengaruhi kurs dolar AS. Saat beli harga tinggi, ketika harga minyak dunia turun tak serta merta bisa menurunkan harga avturnya,” kata Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko di Tangerang, (4/12/2014).

“Kondisi tersebut jelas memberatkan biaya operasi maskapai. Apalagi, avtur dijual dengan harga pasar dan dengan patokan dolar AS,” kata Sunu.

Menurutnya, karena konsumsi avtur di Indonesia tinggi, maka sebaiknya Pertamina segara mereformasi kilangnya. “Bangun kilang minyak baru yang besar dan olah avtur di dalam negeri,” kata Sunu.

Jika Indonesia bisa memproduksi avtur yang lebih besar dan impor produk BBM bisa dikurangi, maka ketergantungan pada produk impor serta depresiasi kurs dolar AS makin kecil.

“Itulah perlunya mereformasi kilang Pertamina itu. Kapasitas kilang di Indonesia sudah tidak cukup, sedang konsumsi BBM termasuk avtur makin tinggi,” tukas Sunu.

Kebijakan tersebut dinilai realistis dan menjanjikan bagi Pertamina. BUMN migas itu harus mengantisipasi kebutuhan konsumsi BBM dalam negeri termasuk avtur.

“Kalau konsumsi avtur naik selayaknya kapasitas kilang dan produksikan juga ditambah. Ini potensi bisnis bagi Pertamina sekaligus enak bagi maskapai sebagai konsumen avtur,” terang Sunu.

“Industri penerbangan nasional yang tumbuh dinamis, jangan sampai terhambat. Apalagi hanya karena harga dan pasokan avtur,” tegas Sunu.(helmi)

loading...