Angkasa Pura 2

Kapal Oryong 501 Tenggelam

Ini Dia Hak-hak Pelaut yang Alami Kecelakaan Kapal atau Tenggelam

DermagaKamis, 4 Desember 2014
Oryong Tenggelam

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) berjanji akan membantu sepenuhnya para korban maupun keluarga korban awak buah kapal (ABK) Oryong 501 yang tenggelam di laut Bering, Rusia, Senin (1/12/2014) lalu.

Menurut Kasubdit Kepelautan Ditjen Hubla Capt Weku F Karuntu, hak-hak para pelaut yang bekerja dan mengalami kecelakaan di atas kapal dilindungi oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2000 Tentang Kepelautan. “Ketentuannya ada di Bab V, bagian ke 4 Pasal 29 sampai 31,” kata Weku kepada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Adapun isi Bab V, bagian 4 Pasal 29 – 31 PP No 7 Tahun 2000 tersebut adalah:

Pasal 29
Besarnya ganti rugi atas kehilangan barang-barang milik awak kapal akibat tenggelam atau terbakarnya kapal, sesuai dengan nilai barang-barang wajar dimilikinya yang hilang atau terbakar.

Pasal 30
(1) Jika awak kapal setelah dirawat akibat kecelakaan kerja menderita cacat tetap yang mempengaruhi kemampuan kerja besarnya santunan ditentukan :

a. Cacat tetap yang mengakibatkan kemampuankerja hilang 1005 besarnya santunan minimal Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah);

b. Cacat tetap yang mengakibatkan kemampuan kerja berkurang besarnya santunan ditetapkan persentase dari jumlah sebagaimana ditetapkan dalam huruf a sebagai berikut :
1) Kehilangan satu lengan : 40%;
2) Kehilangan dua lengan : 100%;
3) Kehilangan satu telapak tangan : 30%;
4) Kehilangan kedua telapak tangan : 80%;
5) Kehilangaan satu kaki dari paha : 40%;
6) Kehilangan dua kaki dari paha : 100%;
7) Kehilangan satu telapak kaki : 30%;
8) Kehilangan dua telapak kaki : 80%;
9) Kehilangan satu mata : 30%;
10) Kehilangan dua mata : 100%;
11) Kehilangan pendengaran satu telinga : 15%;
12) Kehilangan pendengaran dua telinga : 40%;
13) Kehilangan satu jari tangan : 10%;
14) Kehilangan satu jari kaki : 5%;

(2) Jika awak kapal kehilangan beberapa anggota badan sekaligus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, besarnya santunan ditentukan dengan menjumlahkan persentase dengan ketentuan tidak melebihi jumlah sebagaimana ditetapkan dalam ayat (1) huruf a.

Pasal 31
(1) Jika awak kapal meninggal dunia di atas kapal, pengusaha angkutan di perairan wajib menanggung biaya pemulangan dan penguburan jenasahnya ke tampat yang dikehendaki oleh keluarga yang bersangkutan sepanjang keadaan memungkinkan.

(2) Jika awak kapal meninggal dunia, pengusaha angkutan di perairan wajib membayar santunan :
a. Untuk meninggal karena sakit besarnya santunan minimal Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah);

b. Untuk meninggal dunia akibat kecelakaan kerja besarnya santunan minimal Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(3) Santunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diberikan kepada ahli warinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(aliy)

  • Rahma Sugiati

    Keluarga saya meninggal di atas kapal pelni bukit siguntang dia bekerja sebagai mitra kerja namun dari pihak asuransi tidak mau mengkalim asuransi karena di anggap dia meninggal karena serangan jantung
    Kami minta penjelasan dari pihak asuransi atau pehak yang terkain.ini nomor yg bisa di hub apa bila butuh konfirmasi kami berharap bantuan dan penjelasan