Angkasa Pura 2

Jojo: Diskon, Angkutan Umum hanya Bayar Pajak 30%

KoridorJumat, 5 Desember 2014
IMG_20141205_143023

JAKARTA (beritatrans.com) – Plt Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Kementerian Dalam Negeri terkait usulan Organda untuk meminta insentif fiskal untuk mendukung pengembangan angkutan umum nasional.

“Kemendgri sepakat memberikan diskon 50% untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBN) dari tarif yang berlaku sebelumnya,” kata Jojo sapaan akrab dia di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Sementara, sebelumnya sudah ada diskon untuk angkutan umum 40% dari tarif kendaraan pribadi. “Jadi, total diskon untuk angkutan menjadi 70% atau hanya membayar 30%. Dengan diskon tersebut bisa meringankan beban mereka dan proses reformasi dan revitalisasi angkutan umum bisa berjalan lancar,” kata Jojo.

Kebijakan diskon 50% untuk PKB dan BBN ini sudah disosialisasikan ke Dispenda seluruh Indonesia. “Memang sempat ada keberatan beberapa daerah. Tapi, ini sudah menjadi komitmen pemerintah untuk membantu meringankan industri angkutan umum,” tukas Jojo.

Sebelumnya, Ketua DPP Organda Eka Sari Lorena menyampaikan, pihaknya mengajukan usulan insentif fiskal ke pemerintah melalui Kemenhub RI. Surat tersebut disampaikan pada Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Beban angkutan umum sudah makin berat, kini BBM khususnya solar naik sampai 36%. Jika tak ada insentif dari pemerintah akan semakin berat lagi,” tukas Eka.

“Ke depan, angkutan umum nasional harus tetap eksis dan melayani masyarakat. Dengan begitu, beban operasi angkutan umum perlu dibantu dan diringankan,” tegas Eka.(helmi)