Angkasa Pura 2

Tommy: Peluang bagi STTD untuk Mendidik SDM Profesional

SDMSabtu, 6 Desember 2014
STTD Bekasi

JAKARTA (beritatrans.com) – Seluruh civitas akademika sekolah Badan Pengembangan SDM Perhubungan harus terus belajar. Kebutuhan SDM profesional di bidang transportasi tinggi. Tapi persaingan sangat berat.

“Butuh orang profesional, ulet dan pantang menyerah untuk memenangkan persaingan,” ujar Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Laporan DPP Organda, di Jabodetabek kekurangan ribuan pramudi atau sopir taksi yang profesional. Implikasinya, banyak taksi terpaksa tak beroperasi. “Dari sekitar 14.000 unit armada taksi, hanya 10.000-an yang beroperasi karena tak ada sopir yang profesional itu,” kata Tommy.

Sekolah seperti STTD Bekasi, PKTJ Tegal, BP2TD Gianyar Bali berpeluang untuk mengisi kebutuhan tenaga pramudi profesional tersebut. “STTD misalnya, bisa membuka kursus atau pendidikan singkat untuk calon pramudi profesional. Pramudi ke depan tak cukup hanya mengantongi SIM A atau B-1,” kata Tommy.

Pramudi juga harus mempunyai keahlian di bidang mesin, bisa mengoperasikan gudget seperti GPS, kompas dan lainnya. Bukan hanya itu, mereka dituntut menguasai bahasa asing terutama Inggris. “Jika nanti harus mengantar tamu asing, mereka bisa melayani dengan profesional,” jelas Tommy

Kebutuhan pramudi profesional itu merupakan lahan garapan lembaga seperti STTD Bekasi, PKTJ Tegal, BP2TD Bali dan lainnya. “Seluruh kampus di bawah BPSDM Perhubungan harus menambah kemampuan nonteknis itu bagi tarunanya. Dengan begitu mereka memiliki posisi tawar tinggi serta mampu melayani konsumen dengan lebih baik,” terang Tommy.

“Dunia kerja kini butuh SDM yang prima fisiknya, profesional kerjanya dan mempunyai mental dan etika yang baik. Itulah citra insan perhubungan yang senantiasa dibutuhkan Indonesia dan dunia ke depan,” urai Tommy.

Peluang kerja memang banyak, tapi para pencari kerja juga lebih banyak. “Pekerja kerja asal Myamark, Bangladesh, Thailand, Filiphina mulai belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. Mereka sudah siap masuk ke Indonesia saat era pasar bebas ASEAN nanti. Tantangan baru bagi kita termasuk taruna transportasi di STTD,” tandas Tommy.

“STTD harus menjadi lembaga pendidikan tinggi ternama sekaligus rujukan bagi pendidikan dan pengembangan SDM transportasi darat di Tanah Air. Semua lulusan STTD harus berkualitas sesuai dinamika dan kebutuhan dunia usaha yang modern,” tegas dia.(helmi/awe).

loading...