Angkasa Pura 2

Menhub: Jangan Paksa Saya Lakukan Punishment

Another NewsSenin, 8 Desember 2014
IMG_00000760_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta kepada seluruh pegawai dan pejabat Kementerian Perhubungan (Kemhub) Untuk bekerja profesional dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan. Permintaan itu disampaikan Menhub saat melantik tiga pejabat eselon II Kemhub di Jakarta, Senin (8/12/2014) sore.

“Bekerjalah dengan baik dan tidak melanggar aturan. Kalau tidak mengerti atau ragu, tanya saya. Jangan paksa saya melakukan punishment karena pasti akan saya lakukan (terhadap yang bersalah),” kata Menhub.

Menhub juga berpesan, pos-pos jabatan yang selama ini kosong, baik pos jabatan eselon II, III, dan IV harus segera di isi. “Pos-pos (jabatan) kosong itu harus segera diisi. Kalau tidak, sebaiknya (pos) itu dibuang saja,” katanya.

Menurut Menhub untuk mengisi pos-pos jabatan yang kosong itu, maka setiap dua atau tiga minggu akan ada pelantikan pejabat-pejabat Kemhub. Seperti tanggal 10 Desember nanti, akan ada pelantikan pejabat eselon III dan IV.

“Saya sudah berpesan kepada Sekjen untuk menyelesaikan tugas (melantik) itu,” kata Jonan.

Jonan menegaskan, dalam mengangkat para pejabat Kemhub, dia hanya melihat track record atau prestasi kerjanya, bukan yang lain seperti kondisi fisik apalagi SARA.

“Saya tidak mau mengurus hal-hal seperti itu. Buat saya tidak penting soal fisik, jenis kelamin, apalagi SARA,” tuturnya.

Sedangkan pejabat eselon II yang dilantik adalah Harry Kriswanto sebagai Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Moh Alwi Direktur Angkutan Udara, dan Eddy Gunawan Direktur LLASDP. (aliy)

loading...