Angkasa Pura 2

Dirut Citilink M Arif Wibowo Menjadi Dirut Garuda & Jusman Syafii Komisaris Utama

KokpitJumat, 12 Desember 2014
Penerbangan-Perdana-Citilink-

JAKARTA (beritatrans.com) – Terjadi perombakan besar-besaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia. Direktur Utama Citilink ditugaskan M Arif Wibowo menjadi direktur utama (dirut). Sedangkan mantan Menhub Jusman Syafii Djamal menjadi komisaris utama.

Penunjukan Arif Wibowo dan Jusman diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, Jumat (12/12/2014).

Hasil RUPSLB diungkapkan VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Pujobroto, dalam rilis kepada media massa.

Rapat tersebut cukup mengejutkan karena terjadi penggusuran hampir seluruh personel direksi dan komisaris Garuda. Dewan Komisaris Garuda Indonesia  sebelumnya Bambang Susantono, Betti S. Alisjahbana, Chris Kanter, Peter F. Gontha  dan Wendy Aritenang dicopot jabatan. Hanya Isa Rachmatarwata masih menduduki jabatan komisaris.

Mereka digantikan Jusman Syafii Djamal, Hasan M. Soedjono, Muzaffar Ismail, Dony Oskaria dan Chairul Tanjung.

Sedangkan di jajaran direksi, hanya Handrito Hardjono dan Heriyanto Agung Putra dipertahankan. Sedangkan yang lainnya diganti wajah baru yakni M. Arif Wibowo (Direktur Utama), Iwan Joeniarto, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, dan Handayani.             

PENUMPANG
Dalam rilis, disebutkan sampai dengan triwulan ketiga tahun 1204, Garuda Indonesia berhasil mengangkut sebanyak 20.9 juta penumpang; meningkat 15.2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 18.1 juta penumpang.

Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan jumlah angkutan Cargo pada periode ini sebesar 292.888 ton meningkat 15.4 persen dari tahun lalu yang sebesar 253.894 ton.
 
Di samping itu, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) pada sampai dengan Q3-2014 ini juga mengalami peningkatan sebesar 15.4 persen menjadi 165.642 frekuensi penerbangan, dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 143.499 frekuensi penerbangan.

Sementara itu, tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) pada periode ini mencapai 89.6 persen; meningkat 4.1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 85.5 persen.
 
Sampai dengan September 2014, Garuda Indonesia telah mengoperasikan sebanyak 160 armada dengan usia rata-rata 4.7 tahun, melayani rute-rute penerbangan ke ibukota dan secondary city di seluruh propinsi di Indonesia. Melalui program “Quantum Leap 2011-2015”, Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat pada tahun 2015 dengan rata-rata usia di bawah 5 tahun.
 
Dengan bergabungnya Garuda menjadi salah satu anggota aliansi global SkyTeam pada bulan Maret 2014 lalu, Garuda Indonesia bersama dengan 19 anggota SkyTeam yang lain melayani penerbangan ke 1,052 kota tujuan di 177 negara, dengan total penerbangan mencapai 16,323 penerbangan setiap hari.
 
Sementara itu, dalam menghadapi situasi industri penerbangan global yang semakin kompetitif, menuju tahun 2015 ini Garuda Indonesia akan berfokus pada beberapa strategi perusahaan antara lain optimalisasi jaringan melalui pembukaan rute-rute baru yang potensial, optimalisasi keanggotan aliansi Skyteam dan kerjasama codeshare.

Selain itu. melakukan review pada rute-rute yang ada; peningkatan revenue; program cost effectiveness melalui efisiensi bahan bakar dan renegosiasi biaya penunjang operasional; dan peningkatan produktivitas SDM dan organisasi. (awe).
 

loading...