Angkasa Pura 2

Kemenhub Akan Perpanjang Runway 8 Bandara

BandaraSelasa, 16 Desember 2014
SANYO DIGITAL CAMERA

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memperpanjang runway 8 bandar udara (bandara) yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Ke delapan bandara itu selama ini hanya bisa didarati pesawat udara sejenis ATR-72, dengan panjang runway rata-rata di bawah 2.000 meter,” kata Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Senin (15/12/2014).

Hadi mengatakan, dengan perpanjangan tersebut, runway kedelapan bandara akan menjadi minimal 2.250 meter, sehingga bisa didarati pesawat udara sejenis B-737.

Bandara-bandara tersebut adalah Bandar Udara Rembele, Takengon (Aceh), Bandar Udara Blimbing Sari, Banyuwangi (Jawa Timur), Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bandar Udara Tojo Una Una (Sulawesi Tengah), Bandar Udara Kuabang Kao (Maluku Utara), Bandar Udara Ibra, Dumatubun (Maluku), Bandar Udara Saumlaki Baru (Maluku), dan Bandar Udara Dekai, Yahukimo (Papua).

Hadi menjelaskan, kedelapan bandara tersebut diprioritaskan perpanjangan runway-nya karena lahan pengembangannya telah siap. Total nilainya mencapai Rp 1,207 triliun. 

Saat ini di seluruh Indonesia terdapat 237 bandara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 bandara dikelola oleh BUMN yaitu PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Selebihnya dikelola oleh UPT Kementerian Perhubungan.

Ke depan Kementerian Perhubungan secara bertahap akan terus mengembangkan bandara-bandara di berbagai daerah yang dikelola UPT, agar bisa didarati pesawat sejenis B-737. Dengan demikian diharapkan perekonomian daerah-daerah akan lebih berkembang, dan bisa menekan tarif tiket pesawat udara. (aliy)