Angkasa Pura 2

Hendri Saparini:

Sektor Transportasi Jadi Andalan Investasi Indonesia 2015

KoridorSelasa, 16 Desember 2014
IMG_20141216_140153_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Sektor transportasi dan telekomunikasi masih akan menjadi primadona investasi swasta di Indonesia tahun 2015 mendatang. Ekonomi Indonesia masih akan tumbuh lebih baik dari tahun 2014.

“Ada tiga sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Yaitu konsumsi swasta, investasi pemerintah dan swasta serta belanja pemerintah baik di APBN atau APBN,” ujar Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini dalam diskusi “Refleksi Perekonomian Indonesia Tahun 2014″ di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurutnya, investasi swasta di Indonesia masih akan di dominasi sektor transportasi dan telekomunikasi. “Indonesia berpotensi menjadi acuan industri otomotif di ASEAN. Indonesia sekaligus bisa menjadi pasar otomotif yang besar di antara negara-negara ASEAN,” kata Hendri lagi.

Dikatakan dia, perekonomian Indonesia tahun depan masih akan tumbuh 5,6% atau lebih besar daru prediksi Bank Dunia yang hanya 5,3%.

“Jika pemerintah Jokowi-JK bekerja cepat dan bisa memanfaatkan momentum pertumbuhan ini akan sangat bagus. Indonesia masih mempunyai harapan untuk menjadi lebih baik,” jelas Hendri didampingi peneliti CORE Indonesia, Muhammad Faisal,P.hD itu.

Sementara, Guru Besar Unpad Bandung Ina Primiana Syiar mengatakan, Indonesia harus segera memilih sektor unggulan menghadapi era pasar bebas ASEAN akhir tahun 2015.

“Industri manufaktur di Indonesia masih berpeluang untuk maju lagi. Tapi, Indonesia harus memilih dan mengembangkan satu sektor industri yang bisa menjadi andalannya,” kata Ina.

Dikatakan, Sektor otomotif dan industri manufaktur lainnya bisa dikembangkan di Indonesia. “Selama ini, ekspor andalan Indonesia masih di CPO dan batubara. Tapi, kalau jujur ekspor keduanya bisa dikembangkan di dalam negeri dulu, sehingga nilai tambahnya lebih besar lagi,” kata Ina.

Jika CPO dikembangkan menjadi industri hilir yang lebih bagus, maka produk turunannya sangat banyak sekali yang bisa dikembangkan dari CPO. Implikasinya, menyerap tenaga kerja baru, memasok devisa lebih besar.

Paling tidak, lebih banyak lagi produk kecantikan asli Indonesia. “Jadi bagus, paling tidak saya sam Bu Hendri bisa semakin cantik ne,” tukas Ina.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari