Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Terima DIPA Tahun 2015

SDMRabu, 17 Desember 2014
atkp Makassar1

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan menerima alokasi dana sebesar Rp3,9 triliun tahun 2015. Dana tersebut meningkat dibandingkan alokasi dana tahun 201 sebesar Rp2,4 triliun.

Penyerahan DIPA (Daftar Isian Proyek Anggaran) diserahkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kepada Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo di Jakarta, Selasa (16/12/2014) petang. Penyerahan DIPA tahun anggaran 2015 dilakukan serentak kepada seluruh pejabat eseon I di lingkungan Kemenhub.

Kemenhub menerima dana sebear Rp44,35 triliun pada tahun 2015 mendatang. Meski dana ini sudah meningkat dibandingkan tahun 2014, namun kebutuhan dana yang diusulkan Kemenhub mencapai kisaran Rp70 triliun. Dana tersebut terutama untuk alokasi pembangunan infrastruktur transportasi baik untuk moda transporasi laut, moda udara, moda darat dan moda kereta api (KA).

Menurut Tommy, fokus penggunaan DIPA BPSDM Perhubungan tahun 2015 antara lain untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pendidikan seperti Kampus Terpadu Makassar yang meliputi Kampus ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan), Kampus PIP (Politeknik Ilmu Pelayaran) dan BP2TD (Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat).

Selain itu, lanjut Tommy proyek pembangunan fisik yang menjadi prirotas BPSDM Perhubungan adalah pembangunan Kampus Pendidikan Pelaut di Padang Pariaman dan Kampus Pendidikan Pelaut di Gorontalo Selatan.
Proyek pembangunan kampus di Padang Pariaman sempat ada penolakan dari masyarakat setempat.

“Namun setelai dilakukan pendekatan dan negosiasi dengan warga serta pemerintah setempat, akhirnya ditemukan kata sepakat. “Pembangunan kampus di Padang Pariaman di atas lahan hibah dari Pemkab setempat itu bisa dilanjutkan kembali,” tutur Tommy.

“Indonesia membutuhkan tenaga pelaut dan pilot dalam jumlah besar. Apalagi kita akan segera menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun 2015 mendatang. Seluruh SDM transportasi harus dipastikan siap dan lebih baik dibandingkan sebelumnya,” papar Tommy.

Oleh karena itu, urai dia, program pembangunan dan peningkatan kapasitas pendidikan calon pelaut dan pilot harus dipercepat. Kebetulan proyek tiga kampus tersebut sudah mulai dibangun dan kini masih dalam tahap penyelesaian,” tegas Tommy.(helmi).