Angkasa Pura 2

Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Tahun Depan Stagnan

OtomotifKamis, 18 Desember 2014
Penjualan mobil

JAKARTA (beritatrans.com) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beberapa faktor lainnya diperkirakan bakal memengaruhi kondisi pasar mobil tahun 2015 mendatang. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi angka penjualan mobil di tahun 2015 akan stagnan.
 
“Kami memprediksi tahun depan kondisi pasar akan sama seperti tahun ini,” kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Rabu (17/12/2014).
 
Sudirman mengatakan, pemerintah memprediksi perekonomian nasional tahun 2015 tumbuh 5,8 persen. Tetapi Bank Dunia memperkirakan hanya tumbuh sekitar 5,2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2007 hingga 2014 rata-rata 6 persen. Sehingga penjualan mobil sepanjang tahun itu pun rata-rata mencapai 24,3 persen.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi melambat sejak 2014 sampai 2015, maka akan turut berimbas kepada volume penjualan mobil di tahun ini dan tahun 2015 mendatang.

“Andai saja kita ambil jalan tengahnya antara pertumbuhan ekonomi nasional prediksi pemerintah dengan Bank Dunia, yaitu menjadi 5,2 persen, maka pasar mobil akan mulai terasa membaik pada 2016 mendatang,” kata Sudirman.

Menurut Sudirman, selain faktor penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga BBM, melemahnya nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat (AS) juga turut menjadi penyebab. Apalagi rupiah sempat turun mencapai level terendah Rp 12.900 per dollar AS beberapa hari lalu. Pelemahan rupiah jelas akan mengerek ongkos produksi kendaraan.

Faktor lainnya adalah kenaikan suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sehari setelah kenaikan BBM diumumkan pemerintah, yakni naik 25 dari basis poin sehingga menjadi 7,75 persen.

“Kenaikan suku bunga ini tentunya turut menaikan suku bunga kredit mobil di tingkat penjual,” tuturnya.

Menurutnya, jika estimasi pasar mobil nasional tahun 2015 mencapai 1,2 juta unit, Gaikindo optimistis penjualan mobil di tahun 2016 bisa mencapai sedikitnya 1,3 juta unit. (aliy)