Angkasa Pura 2

IPW: Pecat Anggota Polri yang Terlibat Bentrokan di Batam

Aksi PolisiKamis, 18 Desember 2014
polisi1

JAKARTA (beritatrans.com) – Mabes Polri diharapkan bertindak tegas menyikapi kasus bentrokan antara oknum Polda Kepri dengan Polairud Batam, Rabu kemarin. Ini kasus termasuk tindak pidana sekaligus memalukan kesatuan dan bangsa Indonesia.

“Seluruh anggota polisi yang terlibat bentrokan harus dipecat dan pimpinan kepolisian di Kepri dicopot dari jabatannya,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S.Pane dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Batam sepertinya tak habis-habis diterpa konflik. Belum tuntas dua kasus bentrokan TNI-Polri, Rabu kemarin Batam diterjangbentrokan. “Kali ini pelakunya antar polisi vs polisi,” kata Neta lagi.

Dia menilai, apa yang terjadi di Batam adalah gambaran betapa lemahnya pengawasan atasan terhadap bawahan.

“Bentrokan itu menunjukkan sikap arogan, superioritas, dan ketidakpedulian anggota Polri yang seharusnya menciptakan rasa aman bagi publik,” jelas Neta lagi.

Bentrokan itu menjadi teror baru bagi warga Batam di tengah belum tuntasnya kasus bentrokan TNI-Polri beberapa hari lalu.

Dalam bentrokan antar anggota Polda vs Polairud itu, menurut Neta, terlihat mereka menenteng senjata. Lima orang luka dan sejumlah tempat dihancurkan dalam bentrokan ini.

“Peristiwa ini menunjukkan anggota Polri itu tidak peduli dengan situasi psikologis warga Batam yang masih trauma pasca bentrokan TNI-Polri,” papar Neta.

Dikatakan, elit-elit Polri tidak cukup hanya minta maaf dalam kasus ini. Tapi harus memaparkan kasus ini secara transparan, mengganti semua kerusakan, mengganti biaya pengobatan korban.

“Selanjutnya memecat semua polisi yang terlibat, dan mencopot pimpinan kepolisian di Kepri,” terang Neta.

Selama ini elit Polri cenderung melindungi anggota yang terlibat tindak pidana. Anggota Polri yang melakukan pengeboman Wisma Bhayangkari Jakarta misalnya, tidak dipecat dan masih berkarir di Polri.

“Begitu juga Kapolsek di Jabar yang terlibat kasus narkoba hanya dimutasi ke Papua. Aksi melindungi ini sangat tidak mendidik dan tidak akan membuat efek jera serta tidak melahirkan keteladanan,” urai Neta.

Sikap-sikap elit Polri inilah yang membuat jajaran bawah kepolisian sering bertindak semaunya, termasuk doyan bentrok, seperti di Batam.

“Sikap negatif elit Polri ini perlu direvolusi mental agar jajaran bawahnya tidak bertindak semaunya,” tegas Neta.(helmi)

loading...