Angkasa Pura 2

2015, KKP Tambah Empat Kapal Patroli Perikanan

Kelautan & PerikananJumat, 19 Desember 2014
IMG_20141219_151949_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah membangun empat kapal patroli perikanan dari galangan dalam negeri. Kapal jenis SKIPPI (Sistem Kapal Inspeksi Pengawas Perikanan Indonesia) itu akan siap dioperasikan akhir tahun 2015 nanti.

“Pembangunan kapal SKIPPI itu menelan dana sebesar Rp630 miliar, dengan anggaran multiyear KKP,” ujar Dirjen Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Asep Burhanudin kepada pers di Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Saat ini, lanjut dia, KKP memiliki 27 kapal patroli perikanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Namun karena luasnya wilayah laut Indonesia jumlah itu dirasa masih kurang. Oleh karenanya, KKP pesan empat kapal terbaru tersebut,” kata Asep.

“Kapal KKP itu akan siap dioperasikan mulai September-Desember tahun depan. Setiap bulan ada satu kapal yang dioperasikan,” jelas dia.

Menurut Asep, kapal patroli KKP itu akan dilengkapi fasilitas dan alat navigasi yang canggih. Mampu berlayar dengan kecepatan sampai 24 knots dan sanggup bertahan operasi di tengah laut sampai 14 hari kerja. “Ini spesifikasi kapal yang bagus dan canggih sesuai kebutuhan KKP,” tandas Asep.

Kapal baru yang akan dilengkapi fasilitas modern dan canggih untuk memperkuat patroli perikanan. Dengan harapan, aparat KKP mampu meng-cover wilayah laut Indonesia dari aksi pencurian ikan.

“Penambahan kapal patroli perikanan dirasa perlu mengingat masih tingginya aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal nelayan asing di Indonesia. KKP perlu menambah kapal patroli itu sehingga mampu menjangkau dan mengamankan wilayah laut yang lebih luas,” papar Asep.

Ditambahkan dia, untuk mengamankan laut dari aksi pencurian ikan sudah dilakukan bersama aparat keamanan seperti TNI AL, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), bahkan KPLP dan Bea Cukai serta KKP sendiri. Tapi, jumlah itu faktanya masih kurang,” terang Asep.

Kebijakan Presiden Jokowi dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti untuk memajukan sektor maritim harus didukung bersama. Aksi pencurian ikan harus diberantas dari Indonesia.

“Termasuk di dalamnya mengamankan aset dan kekayaan ikan di laut Indonesia dari aksi pencurian kapal-kapal asing itu,” tegas mantan pati TNI AL itu.(helmi)