Angkasa Pura 2

Energy Watch Ragukan Kinerja Pemberantasan Mafia Migas

Another NewsJumat, 19 Desember 2014
Esdm Gedung

JAKARTA (beritatrans.com) – Energy Watch meragukan proses pemberantasan Mafia Migas bisa berjalan dengan baik. Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri terlalu banyak membuat statement yang membingungkan masyarakat. Semua pemberitaan mengenai Tim Reformasi pasti tentang Pertamina dan Petral.

“Yang menjadi headline pemberitaan media dimana-mana hanya dua institusi itu. Padahal, diduga banyak yang bermain dan terlibat dalam permainan migas itu. Timbul pertanyaan apakah Mafia Migas itu hanya ada di Pertamina dan Petral,” ujar Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan di Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Dikatakan, pantas diduga dunia mafia migas juga ada di lembaga lain terlibat. Sudah menjadi rahasia umum, yang namanya mafia tak pernah bekerja sendiri. Tapi selalu melibatkan orang dalam dengan jaringan yang luas dan bekerja sangat rapi.

Yang menjadi pertanyaan kemudian, menurut Mamit, apakah tidak ada yang namanya mafia itu di Kementerian ESDM? Tidak adakah Mafia Migas di SKK Migas? Tidak adakah Mafia Migas di BPH Migas? “Lantas, ada apa dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas? Mengapa tim ini terkesan hanya akan menghabisi satu pihak saja. Faisal harus bertindak adil dan profesional dan menelisik semua pihak yang diduga terlibat dalam trik memburu rente tersebut,” tandas Mamit.

Dikatakan, mafia biasanya adalah orang yang berusaha untuk mempengaruhi pejabat atau orang yang mempunyai kekuasaan dalam membuat suatu kebijakan. “Mafia akan menempatkan orang untuk menduduki jabatan yang strategis dalam mengamankan bisnis mereka,” terang Mamit lagi.

Jika hanya Pertamina dan Petral yang selalu diobok-obok Tim Reformasi Tata Kelola Migas, menurut Energy Watch ini sangat keliru. Tim ini juga harus bisa mengobok-obok Kementerian ESDM mulai dari personal sampai system yang sudah berjalan. Atau, intsansi lain yang diduga ikut bermain dalam mafia migas tersebut.

faisal basri

“Jangan karena Tim ini dibentuk oleh Menteri ESDM lantas mereka bisa terlepas dari yang namanya evaluasi dan investigasi. Pelelangan blok-blok migas dilakukan Kementerian ESDM, dan itu jua sangat praktek mafia migas,” kilah Mamit.

Oleh karena itu, urai dia, Faisal basri dan timnya perlu memerhatikan apakah system lelang blok migas sudah berjalan dengan baik. Apakah penunjukan pemenang sudah berlangung dengan benar? Apakah tidak ada transaksi dalam penjualan data-data sismik?

Masih banyak hal yang patut diinvestigasi di Kementerian ESDM oleh Tim Reformasi. SKK Migas juga harus diinvetigasi dan di telusuri. Kewenangan SKK Migas yang cukup besar memungkinkan terjadinya penyelewengan-penyelewengan seperti terjadinya kasus yang melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. BPH Migas yang mengatur jalur distribusi BBM subsidi juga rawan penyelewengan.

“Jika mau memberantas Mafia Migas, maka semua yang diduga terlibat harus diinvestigasi. Prosesnya dilakukan secara adil dan transparan sehingga bisa diawasi dan dipantau seluruh rakyat di negeri ini. Mafia migas harus dilenyapkan. Tapi, jangan hanya sepihak apalagi cenderung mancari kambing hitam saja,” tegas Mamit.(helmi)

loading...