Angkasa Pura 2

Kepri Butuh Tiga Kapal Layari Rute Pendek

DermagaSabtu, 20 Desember 2014
IMG_00000502_edit

BATAM (beritatrans.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan tiga kapal untuk melayani rute perjalanan jarak pendek, demi melancarkan transportasi dan distribusi barang di provinsi yang terdiri 2.408 pulau itu.

“Dua sampai tiga kapal saja cukup. Untuk mempercepat waktu jalan kapal. Sekarang ini kapal lima hari sekali jalan,” kata Gubernur Kepri Muhammad Sani di Batam, Jumat (19/12/2014).

Menurut Gubernur konektivitas merupakan masalah utama di Kepri. Gubernur percaya bila problem perhubungan itu terselesaikan maka akan terjadi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Saat ini, Pemprov Kepri memiliki beberapa unit kapal perintis pemberian Pemerintah Pusat yang melayari pulau-pulau hingga ujung Natuna.

“Selama ini kapal untuk Anambas dan Natuna, Alhamdulillah. Rute Balai-Tanjungpinang beres. Moro-Durai menggunakan ‘speed boat’,” ucap Gubernur seperti dilansir Antara.

Rute pelayaran yang perlu ditambah di antaranya yang mencapai Lingga, Natuna dan Anambas.

“Yang belum terlalu dilirik swasta,” kata dia.

Gubernur berharap Pemerintah Pusat akan menambah jumlah kapal perintis yang melayari pulau-pulau tidak terjangkau di Kepri, hingga ke pulau-pulau perbatasan Indonesia dengan Vietnam, Malaysia dan Thailand.

Pada 2015, pemerintah provinsi bersama DPRD menganggarkan Rp29 miliar untuk pengadaan kapal baru.

“Kami harap bisa ‘share’ dengan Pemerintah Pusat,” ujar dia.

Sekretaris Komisi III DPRD Kepri Sofyan Samsir mengatakan pengadaan kapal itu baru pertama kali dilakukan Pemprov Kepri, karena biasanya pengadaan kapal dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Pemprov Kepri selama ini masih berkonsentrasi pada pembangunan pelabuhan-pelabuhan. Dan setelah pelabuhan terbangun, kini waktunya pengadaan kapal, kata Sofyan.

Dalam pengadaan kapal, DPRD Kepri mendorong agar pembuatannya dilakukan di Batam, mengingat industri galangan kapal Batam nisbi bagus dan bersaing dengan galangan kapal di luar negeri.

“Kami menyarankan, meminta kalau bisa kapal dibuat daerah. Tapi, nanti kembali kepada pemenang lelang. Saya rasa kemungkinan ke luar daerah itu kecil,” kata dia. (aliy)