Angkasa Pura 2

Calon Pengganti Kapolri Jend.Sutarman segera Digodok DPR

Aksi PolisiSenin, 22 Desember 2014
kapolri-komisaris-jenderal-sutarman

JAKARTA (beritatrans.com) – Organisasi Polri tinggal menghitung hari untuk mendapatkan Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Sutarman. Pertengahan Januari 2015 nama-nama calon Kapolri baru sudah digodok di DPR.

“Diharapkan Kapolri baru adalah figur yang mampu mewujudkan revolusi mental di kepolisian. Mampu meningkatkan profesionalisme kepolisian, dan mampu mempertahankan indenpendensi Polri di bawah Presiden,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S.Pane kepada beritatrans.com di Jakarta, (22/12/2014).

IPW yang melakukan penelusuran ke internal Polri menemukan fakta bahwa sebagian besar jajaran kepolisian sudah sepakat mengedepankan figur Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri baru.

Dikatakan Neta, sejumlah petinggi Polri sudah mendapatkan Surat No/1016/Dit.Tipideksus/X/2010/Bareskrim tertanggal 20 Oktober 2010 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Kombes Arief Sulistyanton, yang menyatakan bahwa hasil penyidikan terhadap LHA dari PPATK tentang laporan transaksi keuangan atas nama Irjen Budi Gunawan adalah wajar dan hasil penyidikan itu sudah pula disampaikan kepada Kepala PPATK.

Walau sebagian besar internal Polri mendukung Budi Gunawan, tapi tetap ada perwira yang mendukung figur lain. Ada calon kapolri lainnya yang dinilai lebih layah dan potensi resistensi masyarakat kecil.

Menurut IPW, sedikitnya ada lima calon Kapolri yang masuk bursa, yakni Komjen Badroeddin Haiti, Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono.
Namun, papar Neta, nama Budi Gunawan kian menguat. Ada dua hal yang membuat langkah Budi bakal mulus menjadi Kapolri.

“Pertama, Budi sebagai pati intelektual yang memiliki pemikiran dan inovasi serta banyak membuat konsep pembenahan Polri. Bahkan Budi ikut membuat visi missi sejumlah Kapolri di era sebelumnya,” urai Neta.

Kedua, lanjut IPW, Budi Gunawan sangat dekat dengan Megawati dan Presiden Jokowi. “Semua itu akan menjadi nilai tambah yang akan memutuskan langkah Budi Gunawan ke jenjang karier berikutnya,” terang Neta.(helmi)

loading...