Angkasa Pura 2

Kemenhub Berlakukan Standar Pelayanan Minimum Baru Tahun 2015

Another NewsSenin, 22 Desember 2014
Petunjuk Darurat

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberlakukan Standar Pelayanan Minimum (SPM) baru mulai tahun 2015. Tujuannya untuk menjamin keselamatan dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jasa transportasi.

Staf Khusus Menteri Perhubungan untuk Keterbukaan Informasi Publik Hadi M Djuraid menjelaskan, Balitbang Perhubungan telah melakukan evaluasi terhadap semua SPM dalam satu bulan terakhir.

“Draft yang dihasilkan dari kajian itu dibahas bersama dengan berbagai pihak terkait, khususnya operator transportasi dan masyarakat pengguna jasa transportasi yang diwakili YLKI,” kata Hadi melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Senin (22/12/2014).

Saat ini sudah ada tujuh peraturan SPM bidang perhubungan. Peraturan tersebut ada yang berbentuk Peraturan Menteri, ada yang berbentuk Peraturan Direktur Jenderal. “Ke depan akan kita seragamkan, seluruh peraturan tentang SPM berbentuk Peraturan Menteri.

“SPM lama masih mengandung kerancuan antara standar pelayanan dengan persyaratan teknis. Pada SPM baru dua hal itu dipisahkan,” jelas Hadi.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Ignasius Jonan selalu menekankan keselamatan sebagai aspek paling penting dan paling utama dalam penyelenggaraan angkutan transportasi. “Safety tidak bisa ditawar-tawar. Harus menjadi penekanan utama melebihi aspek lainnya,” jelas Hadi.

Karena itu, safety berada pada uruta pertama indikator kualitas pelayanan yang baru. Indikator lainnya adalah keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan.

Sebagai contoh, pada SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan di Halte/Shelter, belum tercantum item tentang fasilitas keselamatan. Pada SPM hasil evaluasi, di setiap halte/shelter harus dilengkapi peralatan penyelamatan darurat dari bahaya kebakaran. Tolok ukurnya adalah tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan petunjuk jalur evakuasi.

Di dalam kendaraan (on board), tidak hanya disediakan alat pemecah kaca, tapi juga harus ada APAR dan petunjuk jalur evakuasi. (aliy)