Angkasa Pura 2

19 Kapal Royal Caribbean Dipasang Sistem Scrubber

DermagaSelasa, 23 Desember 2014
article-1352404-0CFFBCC0000005DC-162_634x413

MIAMI (beritatrans.com) – Royal Caribbean Cruises Ltd. (RCL) akan memodifikasi (retrofit) 19 kapalnya dengan mengaplikasikan sistem pemurnian emisi atau advanced emissions purification (AEP). Dikenal dengan sebutan scrubber, sistem filtrasi ini mampu membuang lebih dari 97% emisi sulfur dioksida yang dihasilkan dari mesin disel kapal.

RCL mengatakan, dilansir marinelink, langkah tersebut menempatkan perusahaan ini terdepan dari semua standar emisi ECA (Emission Control Area) IMO (International Maritime Organization), dan menjamin kesesuaian dengan standar milik Uni Eropa (EU). Terbatasnya ketersediaan bahan bakar yang rendah kandungan sulfur membulatkan tekad RCL untuk mengaplikasikan sistem AEP pada kapal-kapalnya. Mereka yakin dengan begitu kapal-kapal RCL dapat berlayar di perairan-perairan dimana diberlakukan pengontrolan emisi buang gas.

RCL telah terlibat dalam pengembangan, pengetesan dan perencanaan penggunaan teknologi AEP sejak tahun 2010. RCL juga sudah mulai mengaplikasikan sistem tersebut, diantaranya Royal Caribbean International’s Quantum of the Seas dan TUI Cruises’ Mein Schiff 3, dua kapal baru RCL yang dipasang sistem AEP pada konstruksi perdananya, dan Royal Caribbean International’s Liberty of the Seas yang telah dua tahun beroperasi dengan salah satu dari enam mesinnya dipasang sistem AEP.

“Teknologi AEP untuk kapal-kapal laut masih terbilang baru, dengan diaplikasikannya teknologi ini pada kapal-kapal kami harapannya akan ada pengembangan lebih lanjut terkait sistem filtrasi ini, sehingga tidak hanya mendatangkan keuntungan untuk perusahaan kami tapi juga untuk industri maritim secara luas”, jelas Adam Goldstein, President and CEO, Royal Caribbean Cruises Ltd.

Pihak perusahaan mengaku masih menemukan banyak kendala dalam mengaplikasikan teknologi tersebut. Secara umum, suatu instalasi scrubber kontribusinya adalah untuk mengendalikan partikel-partikel berupa padatan dan ataupun gas yang sifatnya larut pada air, sehingga dibutuhkan beberapa alat pendukung lain yang berhubungan untuk mendistribusikan air. Aplikasinya masih terbilang rumit, dimana peralatannya besar dan berat, seperti diakui Harri Kulovaara, Executive Vice President, Maritime, Royal Caribbean Cruises Ltd.

RLC menggandeng dua supplier teknologi AEP yakni perusahaan Swedia Alfa Laval dan perusahaan Finlandia Wartsila. Kedepannya RCL akan menggaet perusahaan lain untuk pengerjaan pemasangan instalasi.

Pemasangan instalasi dimulai Januari 2015 pada 13 kapal Royal Caribbean International dan 6 kapal Celebrity Cruise. Tiap pemasangan instalasinya memakan waktu 8 bulan. (nudiya)

loading...