Angkasa Pura 2

Tinggi, Polisi Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Aksi PolisiSelasa, 23 Desember 2014
Neta-S-Pane

JAKARTA (beritatrans.com) – Polisi yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas selama tahun 2014 menduduki ranking kedua setelah yang ditembak pelaku kriminal atau teman sendiri.

Kondisi ini ironis, karena Polri adalah aparat penegak hukum di jalan yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi anggota masyarakat yang lain.

“Polisi yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di tahun 2014 tercatat ada 10 polisi tewas dan 5 luka,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police wWatch (IPW) Neta S.Pane pada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Sedang urutan tertinggi lanjut Neta, adalah polisi yang tewas akibat ditembak pelaku kriminal atau ditembak sesama polisi menduduki ranking tertinggi penyebab kematian polisi di 2014.

Fakta harus menjadi bahan evaluasi dan peningkatan profesionalisme jajaran Polri di masa mendatang. “Polisi yang mati sejumlah 14 polisi tewas dan 12 luka,” jelas Neta.

Sedang urutan ketiga, kata IPW, polisi dikeroyok massa, 5 tewas dan 12 luka. Keempat, polisi dibacok, 3 tewas dan 6 luka. Penyebab lainnya membuat 9 polisi tewas dan 7 luka.

Sementara, data IPW menyebutkan, kawasan yang paling rawan bagi kematian polisi adalah Jakarta. Di ibukota ini ada 12 peristiwa yang menyebabkan 4 polisi tewas dan 9 luka.

“Posisi kedua Jabar dengan 10 peristiwa yang menyebabkan 8 polisi tewas dan 6 luka. Papua ada 9 peristiwa yang menyebabkan 8 polisi tewas dan 10 luka. Jatim ada 7 peristiwa yang menyebabkan 5 polisi tewas dan 4 luka,” terang Neta.

Sementara, di Riau ada 4 peristiwa yang membuat 2 polisi tewas dan 2 luka. Sulsel 3 peristiwa dengan 1 polisi tewas dan 2 luka.

Yang menarik kawasan yang selama ini rawan konflik seperti Aceh, Maluku, dan Sulteng ternyata di 2014 menjadi daerah yang relatif aman bagi polisi, meski di Sulteng ada satu polisi tewas.

Tingginya angka kematian polisi saat menjalankan tugas ini perlu dicermati Mabes Polri, apalagi trennya meningkat sejak 5 tahun terakhir.

“Yang paling memprihatinkan lagi adalah tren kematian polisi akibat ditembak rekannya sendiri yang terus meningkat, yang menunjukkan sesama polisi tidak bisa menahan emosi dan lebih mengedepankan arogansi,” urai Neta.

IPW berharap di 2015, jajaran Polri lebih bisa mawas diri, terlatih, peka, tidak emosional dan arogan, sehingga angka kematian polisi saat bertugas bisa ditekan dan tidak menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.(helmi)

loading...