Angkasa Pura 2

Upah Buruh dan BBM Porsi Terbesar Biaya Operasi Kapal Nelayan

Kelautan & PerikananSelasa, 23 Desember 2014
Kapal Nelayan

JAKARTA (beritatrans.com) – Kegiatan penangkapan ikan di luat dengan kapal motor membutuhkan tenaga kerja atau buruh serta bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar. Ternyata, pengeluaran yang paling besar tetap untuk upah buruh atau gaji pegawai. BBM menuduki urutan kedua dalam struktur produksi nelayan tangkap di Tanah Air.

“Penangkapan ikan di laut dengan kapal motor setiap trip atau perjalanan mencari ikan sebesar Rp4,1 juta/ trip/ kapal. Sementara, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp2,1 juta/ trip/ kapal,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin kepada pers di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Struktur biaya yang terbesar untuk usaha kapal penangkap ikan ini, menurut Suryamin adalah untuk upah karyawan atau buruh. Urutan berikutnya baru bahan bakar minyak (BBM). “Untuk kapal motor ini, setiap trip biasanya 3-4 hari baru kembali ke dermaga,” kata Suryamin lagi.

Sebelumnya, Meteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pihaknya mengusulkan BBM subsisi untuk nelayan sebesar 2,1 juta kilo liter (KL) tahun 2015 mendatang. “Dari jumlah tersebut akan dipriorotasan untuk nelayan kecil, sehingga mereka bisa menekan biaya operasi serta meningkatkan hasil tangkapan ikannya,” kata dia.

Selama ini, BBM untuk perkapalan tidak disubsidi. Baru belakangan, BBM untuk nelayan diberikan subsidi mesti jumlahnya terbetas. Selain itu, pemerintah bersama instansi terkait terutama PT Pertamina akan memperbanyak SPBU untuk nelayan. Dengan begitu, mereka bisa memperolah BBM dengan harga wajar serta jumlah yang cukup.

Ditambahkan Suryamin, usaha penangkapan ikan di laut dengan mesin motor tempel lebih kecil, yaitu Rp436.000/ trip/ kapal. Sedang keuntungan yang mereka peroleh setiap trip mencapai 376.000/ trip/ kapal.

“Biaya operasi kapal motor dengan mesin temple ini lebih kecil, karena rata-rata mereka melaut sehari atau 24 jam. Oleh karena itu biaya yang dikeluarkan relative kecil pula. Meski diakui keuntungan yang mereka peroleh juga kecil,” papar Suryamin.

Namun begitu, papar dia, usaha penangkapan ikan tetap menjanjikan bagi nelayan Indonesia. Indonesia dengan wilayah laut yang sangat luas menjanjijikan kekayaan ikan yang luar biasa. “Sayang, potensi ikan yang besar itu belum semua bisa digarap dan dikelola oleh nelayan dalam negeri,” tandas Suryamin.(helmi)