Angkasa Pura 2

Faisal Basri: Impor Premium Selama Ini Berjalan Semu

KoridorKamis, 25 Desember 2014
SPBU Premium

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi Faisal Basri menyatakan, pihaknya mendapatkan temuan bahwa praktik impor premium yang selama ini berjalan adalah semu. Dugaan pengoplosan BBM RON 92 menjadi RON 88 ini bukan baru kali ini mencuat, tak terkecuali dari Faisal.

Dasar dugaan itu adalah BBM RON 88 sudah termasuk produk langka di industri perminyakan dunia. Bahkan, kata Faisal, BBM RON 88 sudah tak lagi diperjualbelikan di pasar internasional.

“Tim sudah memiliki bukti “praktik” pengoplosan untuk mendapatkan BBM jenis premium oleh anak usaha Pertamina yaitu Pertamina Trading Energy Limited (Petral),” kata Faisal Basri di Jakarta, Rabu (24/12/014).

Berdasarkan dokumen penerimaan barang impor yang dimiliki Tim Anti-Mafia Migas–sebutan lain untuk tim ini–terkuak bahwa premium yang diimpor Indonesia merupakan produk “oplosan” yang dibuat di Malaysia.

“Petral enggak punya fasilitas untuk mem-blending, makanya pakai yang punya Trafigura yang di Malaysia itu,” kata Faisal di Kantor Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu.

Seperti dikutip kompas, sebut Faisal, Trafigura Pte Ltd, adalah perusahaan Singapura tetapi punya fasilitas pengolahan di Malaysia. Menurut dokumen yang didapatkan tim ini, papar Faisal, Trafigura mencampur BBM berkadar oktan (Researh Octane Numer/RON) 92 dengan Naptha berkadar rendah untuk menghasilkan BBM dengan RON 88.

Setelah melewati serangkaian analisis, diskusi, dan pertemuan dengan beragam institusi pemangku kepentingan, Tim Reformasi Tata Kelola Migas menyampaikan rekomendasi pertama, Minggu (21/12/2014).

Isi rekomendasi perdana itu adalah penghentian impor BBM jenis bensin RON 88 atau premium. Tim ini merekomendasikan pula impor BBM hanya untuk bensin RON 92 alias pertamax.

“Kapan bisa diterapkan, kami sudah konsultasi dengan Pertamina. Pertamina bisa kira-kira sekitar dua bulan,” tandas Faisal.(helmi/awe)