Angkasa Pura 2

Siswa SMK Muhammadiyah Gondanglegi Luncuran Mobil Bertenaga Surya

OtomotifKamis, 25 Desember 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang, Jawa Timur, berhasil membuat mobil dari tangan-tangan kreatif siswanya. Mobil seri kedua ini memiliki kualitas lebih baik dari pendahulunya.

Humas PP Muhammadiyah Edy Kuscahyanto mengatakan, mobil teknologi baru yang hemat bahan bakar minyak (BBM) itu merupakan hasil karya anak-anak SMK di bawah Perguruan Muhammadiyah. “Di tengah kondisi bangsa sekarang, anak-anak muda kita berhasil membuat karya terbaru, mobil yang hemat energy,” katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Mobil yang memiliki ukuran 2,5×1 meter telah diluncurkan Mendikbud Anies Baswedan bersama anggota PP Muhammadiyah Jakarta, menuju Malang Jawa Timur. “Dalam perjalannya, mobil karya anak-anak SMK itu berjalan dengan baik yang diproyeksikan akan menempuh perjalanan lebih dari 900 km dari Silang-Monas Jakarta menuju Malang,” kata Edy.

Dikatakan di tengah kondisi bangsa yang butuh hemat energy serta beban subsidi BBM yang makin tinggi kita harus menghemat. “Kini anak-anak SMK Muhammadiyah berhasil membuat mobil hemat energy tersebut. Jika mobil itu bisa diproduksi massal akan semakin baik dan akan menghemat konsumsi BBM di dalam negeri,” tambah Edy.

Bagian interior mobil tampak lebih elegan dari sebelumnya dan dilengkapi dengan audio. “Keunggulan untuk seri yang kedua ini pertama dari segi kapasitas yaitu 6 penumpang dan kekuatannya lebih cepat dan lebih lama dalam melakukan perjalanan,”kata Kepala SMK Muhammadyah 7 Gondanglegi Fahri.

Dia menambahkan, Suryawangsa dilengkapi dengan power system yang lebih baik dari yang pertama. Mobil dengan tipe microbus ini bisa mempunyai ketahanan dalam perjalanan selama 12 jam jika matahari dalam keadaan bagus. “Kita bisa menempuh 70-100 KM/jam karena sebelumnya hanya 40-50 KM/jam,”ucap Fahri.

Suryawangsa merupakan mobil hybrid yaitu kombinasi antara sollar cell dengan baterai. Artinya mobil ini tetap bisa dikendarai pada malam hari meskipun matahari tidak terbit.

Mobil ini mempunyai cadangan energi pada baterai dan bisa dicas selama dua jam sehingga bisa dikemudikan kembali. Peluncuran mobil ini bertujuan untuk memberikan solusi atas kelangkaan energi dan kerusakan lingkungan akibat gas buang transportasi.(helmi)

loading...