Angkasa Pura 2

Agus Pambagio: Atur Kepemilikan Kendaraan Bermotor di Indonesia

KoridorJumat, 26 Desember 2014
Agus_Pambagio2

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengamat kebijakan public Agus Pembagio menyarankan agar orang yang membeli kendaraan segera balik nama sehingga bisa dikontrol dengan baik dan mudah. Implikasinya, penggunanan kendaraan akan lebih teratur karena orang tidak seenaknya membeli dan menggunakan kendaraan pribadi di jalannya.

“Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia karena pemerintah tak bisa mengontrol kepemilikan kendaraan pribadi di masyarakat. Satu orang bisa memiliki dua mobil bahkan lebih. Dan implikasinya membuat jalanan makin macet dan rawan kecelakaan seperti sekarang,” kata Agus menjawab beritatrans.com di Jakarta, Kamis (25/12/2014).

“Jika kepemilikan kendaraan bermotor khususnya mobil masih seperti sekarang sulit dikendalikan. Orang tak memikirkan dampak pemakaian kendaraan meski di jalan sudah macet,” kata Agus lagi.

Selanjutnya, menurut dia, pemerintah mengenakan pajak tinggi atau pajak progresif bagi mereka yang memiliki mobil lebih dari satu unit. “Jika kepemiikan kendaraan diatur dengan jelas dan tegas, kemudian dipungut pajak tinggi akan lain jadinya.
Dengan begitu, ada tambahan pemasukan bagi Negara,” papar Agus.

Ditambahkan Agus, juga perlu dilakukan penegakkan hokum secara adil dan konsisten. “Kondisi carut marut serta kemacetan di jalan raya yang parah di Indonesia karena tak ada penegakkan hokum yang tegas dan adil. Banyak pelaggaran di jaan raya yang cukup diselesaikan di “jalan” dengan membayar julah tertentu. Inilah satu makin tingginya angka kecelakaan di Indonesia,” tandas dia.

“Banyak anak-anak dibawah umur sudah diberikan SIM, dengan cara-cara illegal seperti memalsukan KTP dan lainnya. Padahal mereka belum matang dan suka mengendarai kendaraan terutama sepeda motor seenaknya. Implikasikan, sering memicu terjadinya kecelakaan di jalan raya dan menelan korban jiwa yang besar itu,” tegas dia.(helmi)