Angkasa Pura 2

Fahmi Idris: Saat Konversi BBM ke BBG untuk Transportasi

KoridorJumat, 26 Desember 2014
Fahmi Idris2

JAKARTA (beritatrans.com) – Peta konflik dunia akan bergeser. Negara-negara barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa tidak lagi memburu minyak untuk memasok kebutuhan energinya, termasuk sektor transportasi dan industry. “Kini saatnya kita mengonversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi,” ujar pengusaha dan politisi senior Fahmi Idris di Jakarta, kemarin.

“Kini banyak produk teknologi beralih menggunakan gas, termasuk teknologi perang modern. AS berhasil menemukan cadangan gas yang bersih dan itu cukup untuk memasok kebutuhan energinya,” kata Fahmi lagi.

Negara-negara seperti AS rela berperang dan menghabiskan dana miliaran dolar AS untuk mendukung Negara tertentu yang menjadi pemasok minyak untuk kebutuhan energi di negaranya. “Ke depan, peta politik dan konflik dunia akan berubah. Negara seperti AS tak akan lebih berburu minyak termasuk ke Timur Tengah, karena sudah menemukan cadangan gas yang besar di negerinya,” jelas Fahmi.

Menurut kader senior HMI itu, implikasi dari temuan gas tersebut maka industry besar di AS tentu akan berubah. Kendaraan yang selama ini menggunakan BBM tentu akan dikonversi menggunakan gas. “Pasti akan terjadi perubahan kebutuhan energy dari selama ini menggunakan BBM beralih ke gas,” papar Fahmi.

Menggunakan gas terang Fahmi memiliki berbagai kelebihan, yaitu bersih, hemat dan harganya lebih murah dibandingkan BBM. Selain itu, cadangan gas dunia termasuk di Indonesia juga lebih besar.

“Kini saatnya kita beralih menggunakan gas. BBG bisa digunakan untuk kebutuhan energy masyarakat baik untuk rumah tangga, transportasi dan lainnya. Menggunakan gas lebih hemat dan bersih serta ramah lingkungan. Dengan mengonversi BBM ke BBG kita akan menghemat anggaran,” tegas Fahmi.(helmi)