Angkasa Pura 2

BNPB: Akhir Tahun Jangan Mendaki Enam Gunung Berapi Ini

DestinasiMinggu, 28 Desember 2014
Gunung Sinabungg

JAKARTA (beritatrans.com) – Ini peringatan bagi pecinta wisata an olah raga petualangan, naik gunung. Seperti biasanya, menjelang pergantian tahun, banyak pecinta alam yang ini menghabiskan waktu pergantian tahun itu puncak gunung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan agar menjauhi beberapa gunung yang bestatus siaga. Mendaki gunung boleh, tapi jangan mendaki gunung yang berbahaya.

“Jumlah gunung di Tanah Air yang berstatus Siaga pun kini bertambah menjadi enam gunung. Lima lainnya adalah Gunung Lokon, Gunung Karangetang, Gunung Gamalama, Gunung Slamet, dan Gunung Sinabung,” tulis Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

“Kenaikan status gunung ini tidak terjadi secara bersamaan tetapi tergantung pada aktivitas gunung masing-masing, misal Lokon berstatus Siaga sejak 24 Juli 2011 hingga sekarang, Karangetang sejak 3 September 2013, sedangkan Gamalama 18 Desember 2014,” terangnya.

Dia menambahkan, status Siaga artinya gunung sedang bergerak ke arah letusan atau keadaan yang dapat menimbulkan bencana karena adanya peningkatan intensif seismik.

Sementara itu, ada 14 gunung api yang berstatus Waspada (Level II) yakni Gunung Raung, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Lewotobi Perempuan, Gamkonora, Papandayan, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci.

“Masyarakat yang akan merayakan tahun baru 2015 dengan mendaki gunung, hendaknya menaati larangan. Tanyakan pada petugas pos pengamatan gunungapi atau BPBD setempat,” tandas Sutopo.

Dia menambahkan, sebelumnya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Soputan di Sulawesi Utara dari Waspada menjadi Siaga mulai dini hari tadi, sekira pukul 03.00 WIB. Ini dilakukan karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung 1.784 MDPL tersebut.

Peningkatan status tersebut diikuti larangan adanya aktivitas manusia di radius 6,5 kilometer dari puncak gunung. Kendati demikian, belum ada imbauan mengungsi karena pemukiman warga terdekat berada pada jarak 8 kilometer dari puncak.

“Teramati asap berwarna putih tipis–sedang, tinggi berkisar 50-200 meter. Kegempaan Gunung Soputan menunjukkan adanya peningkatan,” tandas Sutopo.(helmi/awe)