Angkasa Pura 2

Curanmor dan Narkoba Tinggi, Polri harus Tegas dan Profesional

Aksi PolisiSelasa, 30 Desember 2014
Polisi bersenjata

JAKARTA (beritatrans) – Angka curanmor di Indonesia tercatat relatif tinggi. Kejahatan narkoba makin mengkhawatirkan. Ini merupakan peringatan bagi aparat penegak hukum khususnya Polri dan anggota masyarakat lainnya.

“Polri terus menerus melakukan penangkapan, namun kejahatan narkoba tetap saja tinggi. Pasalnya, kebijakan Pemerintah tidak pernah tegas dalam pemberantasan narkoba,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S.Pane pada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurut dia, tercatat ada 53 napi hukuman mati tak kunjung dieksekusi sehingga tdk ada efek jera bagi bandar internasional untuk masuk ke indonesia.

Untuk itu di 2015 Polri perlu mengkonsolidasikan diri, terutama dalam menyikapi pemerintahan baru Presiden Jokowi, yang membawa konsep Revolusi Mental.

“Polri perlu memperkuat jajaran Intelijen dan Bimas, yang tugasnya tidak hanya melakukan deteksi dan antisipasi dini di masyarakat, lebih dari itu harus melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap internal kepolisian,” kata Neta.

Sebab tantangan Polri ke depan cukup berat, terutama dalam menjaga sikap, prilaku, dan kinerja jajarannya.
IPW mendata, ada tujuh faktor kenapa krisis kepercayaan terhadap Polri terus terjadi. Yaitu; kontrol atasan sangat lemah, adanya targetambisius dari atasan, bawahan cendrung cari muka, tidak ada tolok ukur yang jelas dalam rotasi tugas.

Kemudian juga tidak ada sanksi pemecatan pada perwira tinggi bermasalah, gaya hidup hedonis makin membudaya di kepolisian, dan kekayaan elit-elit Polri dibiarkan tak terkendali.

Saat ini, tandas Neta, yang diinginkan masyarakat dari Polri hanya ada tiga. Yakni polisi senantiasa bersikap adil, polisi dapat memberi kepastian hukum, dan polisi mampu memberi jaminan keamanan.

“Sehingga masyarakat tidak merasa diombangambingkan dengan situasi yang tidak menentu, seperti terjadi bentrokan antar aparat keamanan atau banyaknya polisi ditembak pelaku kejahatan. Bagaimana polisi bisa menjaga keamanan masyarakat,” tukas Neta.

Jika untuk menjaga keamanan dirinya sendiri tidak bisa. Lantas, apa lagi yang bisa masyarakat harapkan dari institusi Polri? “Sebab itu di 2015, Polri perlu melatih jajarannya agar profesional, tangguh, tanggap, dan terlatih,” tegas Neta.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari