Angkasa Pura 2

Harga Bensin Turun, Mestinya Tarif Angkot Juga Turun

KoridorJumat, 2 Januari 2015
koasi

BEKASI (beritatrans.com) – Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar Rp900, dari Rp8.500 menjadi Rp 7.600 oleh pemerintah pada 31 Desember 2014 lalu, tidak berpengaruh dengan tarif angkutan umum di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh beberapa warga pengguna angkutan umum
yang berharap, dengan penurunan harga BBM, maka seharusnya tarif angkutan umum juga ikut mengalami penurunan. Kenyataannya, sampai saat ini tarif angkutan umum tetap saja sama.

“Sebenarnya, dengan kenaikan tarif kemarin saja sudah berat banget yah. Pas, dengar pengumuman BBM turun, ya saya piker tarif angkutan umum juga segera turun. Tapi ternyata enggak tuh,” ujar Gloria Safira, warga Perumahan Patria Jaya, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, kepada Beritatrans.com, Jumat (02/01).

Berbeda dengan Gloria, seorang supir angkutan umum CH tujuan Perumahan
Chandra Baru-Cililitan, Sardiman (38), mengungkapkan kegembiraannya
dengan penurunan harga BBM oleh pemerintah.

Ia mengakui, sampai saat
ini masih menggunakan tarif angkutan umum yang beberapa lalu baru
disahkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi.

“Ya pastinya senang lah harga bensin turun. Tapi, kalau tariff mah kita tetap pakai yang belakangan ini sebelum Organda Kota Bekasi mengumumkan tarif baru. Ya memang menguntungkan buat kami sih, tapi
waktu kenaikan harga BBM kemarin kami juga mengalami kerugian karena harus menunggu pengumuman tarif baru,” tukasnya.

Kemudian dengan adanya pengumuman kenakikan harga BBM bersubsidi oleh
pemerintah tersebut, rencananya Organda Kota Bekasi akan mengadakan
rapat untuk membahas dan menentukan tarif angkutan umum di Kota Bekasi
yang baru. Namun demikian, pihak Organda Kota Bekasi belum menetapkan
tentang waktu pembahasan tersebut. (ael)