Angkasa Pura 2

Inflasi Desember Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Transportasi

KoridorJumat, 2 Januari 2015
IMG_20150102_112029_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) merelease data terbaru inflasi untuk bulan Desember sebesar 2,46 persen. “Harga bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi terutama angkutan kota menjadi penyumbang laju inflasi di akhir tahun 2014 itu.” kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Jumat (2/1/2015).

“Inflasi Desember 2,46 persen. Sehingga untuk year on year 8,36 persen,” ungkap Suryamin saat acara konferensi pers di kantornya.

Menurutnya dia, tingginya inflasi salah satunya disebabkan karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada November lalu. Terlebih lagi sebagian besar harga komoditi naik pada Desember.

“Ada 20 komoditi yang punya andil cukup besar. Sebagian besar komoditas naik di Desember,” tambah Suryamin.
Tapi, semua itu tak lepas dari kenaikan harga BBM. Imbasnya, biaya transportasi serta harga barang dan jasa lainnya ikut naik.

“Semua itu bisa dilihat dampaknya pada kenaikan inflasi pada bulan Desember lalu. Dari semua kota IHK mengalami inflasi,” papar Suryamin.

Kondisi tersebut ditambah lagi dengan naiknya kebutuhan barang dan jasa menjelang Natal dan Tahun Baru 2015. “Akhirnya kembali ke hukum pasar, kalau permintaan tinggi sedang pasokan tetap maka harga naik. Itu sudah umum dan selalu terjadi,” terang Suryamin.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahun 2014 berada di kisaran 8,1- 8,2 persen. Namun masih ada beberapa hari untuk dilakukan upaya pengendalian inflasi tersebut.

“Kalau tidak dijaga, bisa di atas 8 persen. Kisarannya 8,1 sampai 8,2 persen,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo.

Menurut Agus, berdasarkan survei yang dilakukan BI hingga minggu ketiga Desember, inflasi bulan ini ada di kisaran 2,1-2,2 persen. Sehingga ada kemungkinan inflasi year on year (yoy) sesuai prediksi BI.

“Inflasi Desember sebagaimana kita tahu kenaikan BBM relatif dampaknya belum besar di bulan November. Jadi diperkirakan dampaknya akan besar di bulan ini. Tentu karena ada natal tahun baru ada tekanan lagi,” kata Agus.(helmi)

loading...