Angkasa Pura 2

Kemenhub: Pilot AirAsia Dilarang Terbang Diduga Konsumsi Narkoba

KokpitJumat, 2 Januari 2015
Pesawat yang hilang

JAKARTA (beritatrans.com) – Seorang Pilot Indonesia AirAsia berinisial FI dengan nomor penerbangan QZ7510 dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, diduga positif narkoba jenis morphin. Dia langsung dilarang terbang dan akan diperiksa lebih lanjut oleh aparat Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Kebijakan itu dilakukan setelah Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan urine di Bandara Ngira Rai Bali Kamis (1/1/2015) pagi.

“Temuan tersebut diperoleh setelah pemeriksaan urine yang dilakukan tim Balai Kesehatan Penerbangan dan Tim Direktorat Kelaikan Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, di Bandara Ngurah Rai pagi tadi, Kamis 1 Januari 2015,” ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid saat dihubungi pers di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut kata dia, pemeriksaan tersebut dilakukan sesaat setelah yang pesawat mendarat Pukul 08.50 WIT. Menurut Hadi, semula pilot tersebut akan kembali terbang ke Jakarta pada pukul 09.20 dengan penerbangan QZ7511.

Seiring dengan temuan tersebut, pilot tersebut dilarang terbang dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub di Jakarta.

Menanggapi informasi ini, Dirut Indonesia AirAsia Sunu mengatakan embenarkan adanya tes narkoba terhadap FI, salah satu pilot AirAsia yang dinyatakan positif narkoba. Namun, Sunu menduga tes itu bisa jadi salah karena pilot FI baru saja keluar dari rumah sakit.

Hadi Juraid menambahkan, Meski diakui, temuan positif narkoba pilot AirAsia berinisial FI tak ada hubungannya dengan kecelakaan AirAsia QZ8501 yang sekarang sedang berlangsung proses pengangkatan puing dan jenazahnya.

“Tes urine dilakukan secara acak di Bandara Ngurah Rai Bali. “Tidak (ada kaitan), ini tes Kemenhub secara random,” ujar Hadi seperti dikutip kompas.com.

Dia mengatakan pengecekan urine secara random kepada pilot merupakan program rutin Kemenhub. “Ini rutin. Hanya saja kali ini dilakukan memang pas masa liburan tahun baru,” ujar dia.

Pemeriksaan urine di Bandara Ngurah Rai Bali lantaran saat musim liburan Pulau Dewata banyak dikunjungi wisatawan. Terlebih lagi, di Bali banyak terdapat tempat hiburan malam.(helmi/awe)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari