Angkasa Pura 2

Prodi Sekolah BPSDM Perhubungan harus Link And Match

SDMRabu, 7 Januari 2015
Camp Tommy2

BANDUNG (beritatrans.com) – Semua program studi sekolah-sekolah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan harus mengacu pada link and match atau sesuai dengan kebutuhan dan dinamika dunia kerja. Dunia pendidikan tinggi tak boleh ketinggalan, sebaliknya harus ikut mewarnai dinamika yang ada.

“Sekolah kita tak boleh menciptakan pengangguran terdidik di Tanah Air. Semua prodi harus sesuai dinamika dan kebutuhan end user terutama dunia kerja. Semua lulusan harus dipastikan terserap dunia kerja atau menjadi aparatur pemerintah di pusat atau daerah,” kata Kepala BPSDM Perhubungan saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) BPSDM di Character Building Camp, Ciwidey, Bandung, Rabu (7/1/2015).

Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh pimpinan sekolah BPSDM Perhubungan harus aktif berkomunikasi dan kreatif membidik peluang yang ada. Serap apa kemauan serta akomodasikan semua saran dan masukan mereka. Seluruh program studi yang dibuka harus up to date sehingga seluruh lulusannya terserap dunia kerja.

“Sekolah BPSDM Perhubungan dibiayai rakyat melalui APBN. Kita harus bertanggung jawab pada semua uang yang dibayarkan rakyat. Jangan sampai pendidikan yang mahal dan dibiayai rakyat menjadi sia-sia. Ini harus dihindari dan pimpinan sekolah BPSDM Perhubungan harus mewujudkan semua itu,” kata Tommy sapaan akrab dia.

Diharapkan Tommy, seluruh pimpinan sekolah harus rajin menjalin komunikasi dengan masyarakat, dunia kerja serta pemangku kepentingan yang lain. Seperti apa prototipe lulusan pendidikan di bawah BPSDM Perhubungan yang mereka harapkan.

“Implikasinya, semua prodi yang dibuka sejalan dan sesuai kebutuhan dunia kerja itu. Kendati begitu, lembaga pendidikan tinggi tak boleh meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga akademik dan terus memupuk kemampuan intelektual para taruna,” papar Tommy.

Mantan Staf Ahli Menhub itu menambahkan, dinamika masyarakat dan trend kebutuhan mereka juga meningkat makin baik. Oleh karena itu, seluruh taruna sejak di kampus harus dididik dan dibiasakan dengan sikap mental dan budaya keselamatan dan budaya melayani.

“Safety and customer oriented harus ditanamkan sedini mungkin, sejak taruna belajar di kampus. Saat mereka kerja nanti, akan bisa menjadi aparatur atau pelayanan masyarakat yang baik dan berjiwa melayani. Dua hal ini yang tak boleh ditinggalkan dunia kampus di bawah BPSDM Perhubungan,” terang Tommy.

Maraknya kasus dan komplain masyarakat terkait pelayanan transportasi nasional baik moda darat, aut, udara serta kereta api (KA) harus disikapi dengan bijak. “Bekali dan tingkatkan kemampuan profesioalisme taruna. Tapi juga memiliki jiwa melayani yang baik demi kepuasan pelanggan.” tegas Tommy.(helmi)

loading...