Angkasa Pura 2

KA Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Ditargetkan Selesai 5 Tahun

EmplasemenKamis, 8 Januari 2015
IMG_00001003_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target selama lima tahun ke depan menyelesaikan pembangunan jaringan Kereta Api (KA) Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Konsep lima tahun ke depan, Presiden minya agar Ditjen Perkeretaapian betul-betul merealisasikan Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan kepada beritatrans.com di Jakarta.

Hanggoro mengatakan pembangunan tersebut seluruhnya akan didanai oleh rupiah murni alias menggunakan dana APBN. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan swasta juga terlibat terutama koridor-koridor komersial.

“Untuk sementara ini pemerintah akan mengandalkan dana APBN. Presiden minta dicoba dulu semaksimal mungkin,” ujarnya.

Hanggoro mengaku belum tahu berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh program pembangunan rel kereta api sepanjang 3.800 kilometer itu. Meskipun demikian ia menjelaskan dana yang dibutuhkan untuk per kilometernya adalah antara Rp25 miliar hingga Rp30 miliar.

Adapun koridor-koridor yang ditargetkan selesai selama lima tahun ke depan adalah Rantauprapat, Duri, Dumai, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Simpang (Trans Sumatera). Kemudian Trans Kalimantan adalah koridor Samarinda – Balikpapan, Banjarmasin – Palangkaraya, Pontianak – Sambas – Perbatasan Malaysia, Pontianak – Mempawah – Singkawang – Sambas, Samarinda – Balikpapan, dan Tanjung – Paringin – Barabai – Rantau – Martapura – Banjarmasin.

Sedangkan Trans Sulawesi adalah Manado – Bitung, Makassar – Parepare, Makassar – Takalar – Bulukumba, KA Perkotaan Makassar, dan KA Perkotaan Manado. Adapun Trans Papua adalah koridor Sorong – Manokwari.

Menurut Hanggoro, pembebasan tanah merupakan persoalan yang paling berpotensi menghambat pencapaian target pembangunan itu. “Kalau persoalan teknis pembangunan konstruksi kami jamin tidak akan jadi masalah karena banyak ahli di bidang itu yang kami miliki,” (aliy)