Angkasa Pura 2

Pelindo I Diultimatum Perbaiki Pelabuhan Jetty Meulaboh Bulan Ini

DermagaThursday, 8 January 2015

MEULABOH (beritatrans.com) – Pelabuhan Jetty, Suak Indrapura, Meulaboh, Aceh Barat, rusak parah. Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I diultimatum memperbaiki pelabuhan bantuan Singapura itu paling lambat bulan ini.

Kerusakan pelabuhan tersebut ditinjau DPRK Aceh Barat dipimpin ketuanya Ramli dan didampingi Kabid Perhubungan Laut  Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dahlan serta Kepala PT Pelindo Meulaboh, Rasmun, kemarin.

Pihak DPRK Aceh Barat memberikan peringatan keras (warning) kepada pihak PT Pelindo yang dituding tidak serius memperbaiki Pelabuhan Jetty di Suak Indrapuri, Meulaboh yang sudah rusak parah.

Dewan juga mengancam, bila dalam bulan Januari 2015 belum juga diperbaiki, maka pelabuhan bantuan Singapura yang dibangun pascatsunami ini akan ditarik kembali oleh Pemkab Aceh Barat, dan dialihkan kepada pihak lain.

  Dikatakan Ramli, DPRK Aceh Barat bersama Dinas Perhubungan setempat sudah mempertanyakan langsung ke PT Pelindo Medan, saat itu, Pelindo Medan berjanji akan memperbaiki pelabuhan Jetty dengan plot dana Rp 3 miliar. Namun, hingga kini masih belum juga dikerjakan.

Jika akhir Januari 2015 belum juga direalisasikan, kata Ramli,  maka pelabuhan yang selama ini dikelola Pelindo akan ditarik dan sudah ada rekanan batubara dari PT Mifa Bersaudara yang akan mengelolanya, karena selama ini pelabuhan tersebut juga digunakan oleh PT Mifa dan PLTU Nagan Raya.

“Kerusakan pelabuhan ini tidak boleh dibiarkan. Wajar kalau kami pertanyakan, sebab pelabuhan Jetty termasuk aset daerah ini,” ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Kamaruddin, seperti dikutip tribunnews.

Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dahlan menyatakan, pihaknya sudah berulang kali meminta Pelindo segera melakukan perbaikan sehingga kerusakan pelabuhan Jetty tidak semakin parah.

“Sudah sering kami minta segera diperbaiki, sebab pelabuhan itu tanggungjawab Pelindo selaku pengelola pelabuhan sesuai perjanjian dengan Pemkab Aceh Barat,” kata Dahlan.

Dalam kunjungan ke Pelabuhan Jetty, kemarin, anggota DPRK Aceh Barat juga mempertanyakan dana sandar kapal-kapal di Pelabuhan Jetty. Dari peninjauan itu terungkap, dana sandar kapal dibebankan sebesar Rp 500 ribu yang disetor ke Pelindo oleh pemilik kapal juga tidak jelas.

“Selama ini, banyak yang tidak terungkap. Masalah ini akan dimusyawarahkan lagi di DPRK setelah peninjauan ini, kemungkinan akan diturunkan tim audit khusus dari lembaga terkait,” ujar Katua DPRK Aceh Barat, Ramli.

Kepala Pelindo Meulaboh, Rasmun menyatakan, segera memperbaiki pelabuhan Jetty dalam bulan Januari 2015 dan kini dalam proses lelang. Sebelumnya, Pelindo Meulaboh sudah menetapkan rekanan, namun tiba-tiba rekanan terpilih itu meninggal dunia, sehingga perlu dilelang ulang.

Dia menyatakan Pelindo I tetap komit akan memperbaiki terhadap apa yang sudah disepakati bersama dengan Pemkab Aceh Barat. “Semua dana dari Pelindo Medan. Kami juga akan laporkan ke sana, akan segera diperbaiki dalam bulan ini,” kata Rasmun. (ani).