Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Prioritaskan Pembangunan 9 Kampus di 2015

SDMJumat, 9 Januari 2015
Logo_Bpsdm_Phb_110_400x400

BANDUNG (beritatrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan harus mengalokasikan dana pembangunan kampus di 9 lokasi di tanah air mencapai ratusan miliar tahun 2015. Kampus tersebut mampu menampung ribuan siswa baru, baik untuk taruan transportasi darat, laut udara serta kereta api (KA).

“Sembilan kampus itu masuk prioritas pembangunan tahun 2015 dan harus selesai secepatnya. Indonesia butuh SDM transportasi baru yang profesional dan jumlah besar untuk mengimbangi pembanguna sejumlah proyek infrastruktur transportasi pemerintah di berbagai daerah,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Ciwidey, Bandung Rabu (7/1/2015).

Dikatakan, Kampus tersebut adalah BP2IP Sumatera Barat tahun 2015 mendapatkan alokasi anggara Rp104 miliar untuk menyelesaikan pembangunan tahap IV. Kampus di daerah Pasaman Sumatera Barat itu mampu menampung sampai 1.726 siswa.

Selanjutnya, kata Tommy, pembangunan BPPP Curug, Tangerang menerima alokasi pembangunan taha I sebesar Rp4,45 miliar. Kampus untuk sekolah penerbang ini mampu menampung sampai 5.400 siswa.

Kampus BP2TD Pontianak untuk pembangunan tahap II dengan alokasi anggaran Rp33,86 miliar. Untuk tahap pertama, BP2TD Pontianak mampu menampung 360 siswa baru.

API Madiun (Kampus)

Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun untuk pembangunan tahap V denan alokasi anggaran Rp81,6 miliar. Saat ini, API Madiun sudah menerima siswa di tahun pertama.

Ke depan, Kampus API Madiun mampu menampung sapai 760 siswa dari seluruh Indonesia. API Madiun merupakan saatu-satunya pendidikan teknis di bidang perkeretaapian.

Sedang LP3 Banyuwangi (sekolah pilot) butuh alokasi dana cukup besar, karena untuk pengadaan lahan sebagai perluasan kampus serta pembelian pesawat latih baru.

Alokasi dana itu masing-masing untuk pengadaan lahan sebesar Rp28,20 miliar dan pengadaan atau pembelian 3 unit pesawat latih sebesar Rp41,55 miliar. Kampus ini mampu menampung sampai 14 siswa penerbangan.

Sementara, untuk pembangunan BP2TD Bali tahap II butuh anggaran sebesar Rp40,3 miliar. Kampus ini diharapkan mampu menampug sampai 1.350 siswa dari seluuruh Indonesia khususnya Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Pembangunan ATKP Makassar untuk pembangunan tahap II dengan alokasi dana Rp117,76 miiar. Jika proyek sudah selesai, kampus ini mampu menampung 2.192 siswa.

Pembangunan PIP Makassar tahap VI dengan kebutuhan dana sebesar Rp199,3 miliar. Kampus PIP Makassar pada saatnya nanti akan mampu menampung sampai 20.217 siswa pelaut.

Masih di daerah Sulawesi, BPSDM Perhubungan juga tengah membangun BP2IP Sulawesi Utara tahap III. Kebutuhan anggaran tahun 2015 sebesar 104 miliar.

Selanjutnya, kampus BPSDM di ujung utara Suawesi itu mampu menampung sampai 17.250 siswa pelaut.(helmi)

loading...