Angkasa Pura 2

Pertumbuhan Kendaraan di Jakarta Capai 12 Persen/ Tahun

KoridorJumat, 9 Januari 2015
Kemacetan-Parah di Jakarta

JAKARTA (beritatrans.com) – Jumlah motor dan mobil di Jakarta meningkat sebesar 12 persen tiap tahunnya. Sementara, pertumbuhan ruas jalan pada peride yang sama hanya sebesar 0,01 persen per tahun. Akibatnya, kemacetan terjadi dimana-mana dan semakin parah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul di Jakarta, Jumat (9/1/2015) mengatakan, kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya naik 12 persen per tahun.

Jumlah unit kendaraan bermotor hingga akhir 2014 di Jakarta sebanyak 17.523.967 unit yang didominasi oleh kendaraan roda dua dengan jumlah 13.084.372 unit. Diikuti dengan mobil pribadi sebanyak 3.226.009 unit, mobil barang 673.661 unit, bus 362.066 unit, dan kendaraan khusus 137.859 unit.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta dan sekitarnya bertambah sebanyak 5.500 hingga 6.000 unit kendaraan.

“Jumlah tersebut didominasi oleh pertambahan sepeda motor yang mencapai 4.000 hingga 4.500 per hari. Sedangkan kendaraan roda empat mengalami pertumbuhan sebanyak 1.600 unit per hari,” kata Martinus lagi.

Jumlah tersebut, jelas dia, dihitung berdasarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dikeluarkan Samsat Polda Metro Jaya setiap harinya. “Itu berdasarkan data Samsat mengeluarkan STNK,” kata dia.

Seperti dikutip antara, Martinus mengatakan, pertumbuhan kendaraan bermotor tersebut menjadi penyumbang utama kemacetan yang terjadi di Jakarta. Hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan jalan Jakarta yang hanya 0,01 persen per tahun. “Pertumbuhan jalannya hanya 0,01 persen, jadi tidak sebanding,” kata dia.

Martinus menambahkan, salah satu cara mengurai kemacetan di Jakarta adalah pengurangan jumlah kendaraan bermotor seperti three in one untuk kendaraan roda empat, electronic road pricing (ERP), dan pelarangan sepeda motor.

“Pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin itu akan menuju ERP,” tukas Martinus.(helmi/awe)

loading...