Angkasa Pura 2

11 Pejabat Kemenhub Dipecat Terkait Kasus AirAsia

KokpitSabtu, 10 Januari 2015
Ignasius Jonan

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan telah beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebanyak 11 pejabat eseloan II dan III serta satu pejabat lainnya di Kementerian Perhubungan dikenai sanksi terkait kasus AirAsia QZ 8501 yang terbang tanpa izin tersebut.

Sanksi tersebut diberikan menyusul penerbangan AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh di perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, akhir tahun 2014 lalu.

“Dalam upaya pembenahan dan pembinaan, kami akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat terkait di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara sesuai dengan UU yang berlaku,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Hal ini sebagai tindak lanjut atas pemberian izin terbang kepada pesawat AirAsia QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura yang berujung nahas. Pejabat-pejabat yang dikenakan sanksi tersebut termasuk pembebasan tugas, mutasi dan pengenaan sanksi yang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010

Adapun pejabat yang dikenakan sanksi adalah tiga orang pejabat Eselon II di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, tujuh orang pejabat Eselon III di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, dan satu orang Principal Operations Inspector (POI) berupa penon-aktifan dari jabatan.

Sebelumnya, Staf khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid mengatakan, Kementerian Perhubungan melakukan investigasi internal. Kini sudah dua pejabat tersebut dinonaktifkan sementara agar tidak mengganggu pemeriksaan lebih lanjut. “Ada dua orang yang selama ini dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hadi.

Hadi mengungkapkan bahwa kedua pegawai tersebut adalah kepala bidang keamanan dan kelaikan angkutan udara yang juga merangkap unit kerja pelaksana slot time di otoritas bandara wilayah III Bandara Juanda Surabaya.

Sementara seorang lagi adalah Principle Operator Inspeture (POI) Kementerian Perhubungan di Air Asia. “POI ini tugasnya melakukan inspeksi terkiat pengoperasian penerbangan,” ujarnya.

Hadi belum bisa mengatakan nama lengkap, sebab pihaknya memegang asas praduga tak bersalah. Ia hanya kembali mengatakan yang bersangkutan dinonaktifkan untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh.

Selain dari Kemenhub, ada juga tiga pegawai yang dinonaktifkan dari Air Navigasi, yang pertama adalah GM AirNav Surabaya, ATS Operation Surabaya, dan terakhir adalah Senior Manager ATSM dan ATS kantor pusat perum AirNav.

Sedangkan dari Angkasa Pura I ada dua pegawai yang dmimutasikan akibat kasus AirAsia yang terbang tanpa jadwal tersebut. Yaitu departemen head operation PT Angkasa Pura I cabang Juanda dan Secsion Head AMC PT Angkasa Pura I cabang bandara Juanda, Surabaya.

“Untuk angaksa pura satu ini tidak dinonaktifkan tapi dimutasikan. Seperti kata Plt Ditjen Perhubunga Udara Djoko Muratmodjo kemaren, Masing-masing intitusi yang terkait penerbangan AirAsia yang bermasalah tersebut, tidak boleh berada diposisi masing-masing,” tegas Hadi.(helmi/awe)