Angkasa Pura 2

2015, BPSDM Perhubungan Belanja Kapal dan Pesawat Latih Taruna

SDMMinggu, 11 Januari 2015
KN Bima Sakti

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusi (BPSDM) Perhubungan akan belanja kapal dan pesawat latih untuk taruna pada tahun 2015. Nilai belanja tersebut mencapai puluhan miliar untuk mendukung proses pendidikan calon pilot dan pelaut di Tanah Air.

“Untuk pesawat latih akan membeli sampai 51 unit. Sedang kapal latih ada enam unit dan diproyeksikan juga akan dioperasikan di rute-rute pelayaran perintis di Indonesia,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritarans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, enam kapal latih tersebut akan didistribusikan ke BP2IP Banda Aceh, PIP Semarang, Poltekpel Surabaya, PIP Makassar, BP2IP Sulawesi Utara dan BP2IP Sorong.

“Kapal tersebut akan dibangun di galangan kapal dalam negeri. Saat ini, semua proyek pengadaan barang dan jasa dengan dana APBN lebih diprioritaskan untuk perusahaan dalama negeri,” jelas Tommy, sapaan akrab dia.

Saat ini, BPSDM Perhubungan baru memiliki dua kapal latih untuk taruna. Salah satunya KN. Bima Sakti yang kini dioperasikan di PIP Semarang, Jawa Tengah. “Ke depan, kapal latih untuk taruna akan ditambah dengan dana dari APBN, termasuk APBN P 2015. Kapal tersebut juga bisa difungsikan sebagai kapal untuk melayani rute perintis,” terang Tommy.

Pesawat Latih STPI

Sementara, pengadaan 51 pesawat latih tersebut sebagian besar untuk memperkuat Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug sebanyak 30 unit. Selebihnya akan diberikan untuk Based of Flying STPI di Rengat Riau dan Loka Banyuwangi, Jawa Timur.

“Untuk meningkatkan kualitas pilot serta menambah kapasitas yang ada sekarang, maka harus menambah pesawat latih untuk taruna. Dengan begitu, mereka bisa berlatih dengan baik serta ratio antara jumlah taruna dengan pesawat latih makin kecil,” tandas Tommy.(helmi)

loading...
  • Yasser Wijaya

    kenapa kapal latih tidak di berikan untuk STIP yang notabenenya merupakan salah satu sekolah pelayaran tertua di Indonesia? jujur para taruna STIP juga mengharapkan fasilitas kapal latih yang juga kebetulan posisi kampusnya tersebut terletak di sebelah laut persis.