Angkasa Pura 2

Gaji Pelaut Memang Menggiurkan

SDMRabu, 14 Januari 2015
IMG_20150114_105509_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaut menjadi profesi yang dicari dunia kerja. Bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia. Lantas, berapa gaji pelaut kita?

“Semua peluat apalagi untuk nakhoda, gajinya besar. Oleh karena itu, tak salah jika banyak pemuda kita menjadi pelaut,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo disela-sela Wisuda Perwira BP3IP Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Dikatakan, Indonesia butuh ribuan pelaut baru setiap tahun. Jumlah yang lebih besar juga untuk pasar global. “Sampai tahun 2020, dunia membutuhkan sampai 19.000 pelaut,” kata Tommy menjawab beritatrans.com.

Kalau bicara soal gaji, jelas dia, taruna yang baru mengikuti Prala atau latihan berlayar, sudah dibayar Rp3,5 juta per bulan. “Bisa dibayangkan, berapa gaji mereka jika sudah berlayar dan menjadi nakhoda,” kilah Tommy.

Kapusbang SDM Perhubungan Laut Capt.Erwin Rosmali mengatakan, saat ini gaji nakhoda di Timur Tengah mencapai 570 dolar AS per hari. “Bisa hitung sendiri, berapa gaji mereka setiap bulan,” katanya menjawab beritatrans.com.

Sementara, gaji peluat di Singapura juga tinggi, di atas 500 dolar AS per hari. “Tapi, sejauh ini gaji pelaut yang paling tinggi tetap di Timur Tengah. Para pelaut itu tinggal tawar, mau gaji berapa atau saya cari kerja di tempat lain,” tandas Erwin.

Kendati begitu, baik Tommy atau Erwin sepakat, kebutuhan pelaut ke depan makin tinggi. “Tapi hanya pelaut profesional yang akan lolosa seleksi dan diterima dunia kerja,” tegas Tommy.(helmi)

  • Yohanis Mantiri

    Pelaut Indonesia masukan devisa cukup banyak per tahun tetapi pelaut Indonesia belum di hargai sebagai mestinya , khususnya pelaut di dalam negeri gaji nya masih di cekik dan kong kalikong antara pejabat yang berwenang dengan pengusaha kapal ibarat punya sumur tapi mati kehausan ; kecuali kapal asing yang di charter pertamina itu cukup baik gajinya tetapi perusahan pelayaran Indonesia yang beroperasi di domestic trade belum lah menyenangkan , ada alasan bisik bisik dari pengusaha pelayaran bahwa bahwa regulasi kurang beres sehingga kapal kapal mereka lebih menguntungkan di operasikan di Singapore begitu pengawakannya , akhirnya pelaut Indonesia tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri malahan banyak ABK asing yang bekerja di Indonesia dengan gaji US Dollar namun tinggal dan belanja rupiah wah enak sekali . Saya Capt. Yohanis Mantiri .M.Mar pernah mengalami sendiri ketika menjadi Captain di salah satu perusahan Inggeris tapi di sewa PERTAMINA tiba tiba datang Captain orang Polandia mau gantikan saya dengan tanpa prosedure yang benar datang saja tiba tiba tanpa pemberitahuan setelah saya KADITKAPEL DEPHUB memperoleh jawaban bahwa itu kemauan pengusaha kapal. Mohon Pak Menhub segera benahin kongkalikong pejabat dan pengusaha kapal yang beginian Pak .
    Terima kasih Wassalam
    Capt. Yohanis Mantiri .M.Mar

  • Kurniawan Aji

    Itu gaji pelaut ant-l bapake.nah kalo ant-D hanya 900.000 ribu per bulan.blom lg certifikat bertambah terus..kalo patokan nya gaji ant-l.yo betul tapi kami pelaut2 indonesia masih berharap penyetaraan gaji ini pak.

  • Kurniawan Aji