Angkasa Pura 2

Tommy: Kita Komitmen Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

SDMKamis, 15 Januari 2015
IMG_20150114_105458_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan komitmen mendukung program Presiden Jokowi-JK untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Seluruh lembaga pendidikan di bawah BPSDM Perhubungan siap mendidik pelaut yang berkualitas dibanding sekedar kuantitas.

“Kita komitmen dengan menyediakan SDM unggul dan profesional di bidang pelayaran dan kepelabuhanan,” kata Kepala BPSFM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Dalam kaitan itu, lanjut dia, kita mewisuda 572 perwira pelaut lulusan Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta. “Mereka adalah perwira pelaut yang siap mendukung program pemerintahan Jokowi-JK tersebut,” kata Tommy, sapaan akrab dia.

Seperti diketahui, BP3IP menggelar wisuda perwira pelaut sebanyak 572 orang. Mereka adalah lulusan pendidikan Nautika dan Teknika tingkat IV, III dan II.

Mereka itu berasal dari berbagai perusahaan. Bahkan pelaut yang ikut pendidikan dengan biaya sendiri, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai pelaut.

Menurut Tommy, untuk merealisasikan program poros maritim dunia tersebut, Indonesia membutuhkan tenaga pelaut yang banyak dan profesional.

“Mereka itu termasuk lulusan BP3IP yang dibutuhkan untuk mengisi pos-pos baru sejalan dengan penambahan kapal liner yang akan melayani rute dari Indonesia paling barat ke ujung timur di negeri ini,” papar dia.

Kendati begitu, tambah Tommy, pihak BPSDM Perhubungan komitmen untuk mendidik dan menyiapkan SDM Keluatan dalam jumlah lebih besar lagi.

“Tapi, kita komitmen untuk terus meningkatkan pelaut berkualitas di bandingkan sekedar kuantitas atau jumlah yang besar,” tandas dia.

Sementara, Kepala BP3IP Jakarta Capt.Mulder Mustafa menambahkan, pihaknya siap mendidik, melatih dan meningkatkan kapasitas serta kualitas pelaut di Indonesia.

“Di BP3IP Jakarta dalam setahun bisa wisuda dua kali sesuai program pendidikan yang digelar,” kata dia.

BP3IP memang menggelar program pendidikan lanjutan untuk pelaut yang sudah ada. Program kami lebih banyak pendidikan singkat untuk pelaut-pelaut yang sudah bekerja,” tandas Mulder.(helmi)