Angkasa Pura 2

Harga BBM Turun, Bagaimana Tarif Angkutan Umum

Another NewsMinggu, 18 Januari 2015
iskandar abubakar

Harga bahan bakar pada hari Senin, 19 Januari 2015, akan turun menjadi Rp 6.600 dari Rp 7.600 yang juga sudah turun dari harga sebelumnya Rp 8.500. Tentu penurunan harga ini merupakan berita yang menggembirakan bagi masyarakat, maupun bagi pengusaha angkutan umum.

Trend harga BBM cenderung untuk naik sejalan dengan waktu, memang dalam beberapa bulan terakhir terjadi anomaly harga minyak mentah dunia yang justru turun. Yang menjadi pertanyaan seberapa lama penurunan ini akan terjadi, apakah penurunan hanya bersifat sementara atau jangka panjang, sebab trend selama ini harga BBM selalu menunjukkan kenaikan.

Sementara itu harga bahan bakar akan dilepas oleh pemerintah ke harga pasar, sehingga setiap saat bisa terjadi perubahan. Hal ini tentu saja harus disikapi dengan kebijakan tarip angkutan umum baru, khususnya untuk tarif angkutan kota. Khusus untuk untuk angkutan antar kota sudah diterapkan tarif yang berada diantara batas atas dan batas bawah, sehingga tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan atau penurunan harga bahan bakar.

harga bbm

Untuk menyiikapi tarif angkutan kota terdapat beberapa alternatip. Pertama pemerintah perlu membuat formula baru tarip angkutan kota yang lebih flexible, untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan perlu merumuskan pedoman teknis penetapan tarif angkutan kota yang baru. Kebijakan yang perlu dirubah diantaranya tata cara penetapan tidak perlu melalui DPRD lagi, penetapan formula tarip.

Cara kedua pemerintah pusat perlu mendorong pemerintah kota mengambil alih sebagian sistem pengelolaan angkutan kota, sehingga perubahan harga bahan bakar akan berkonsekuensi kepada anggaran pemerintah kota dan bukan kepada operator. Sedangkan pelaksanaan penyelenggaraan angkutan umum dapat ditenderkan kepada swasta.

Khusus untuk angkutan kota untuk menurunkan tarif tidaklah mudah karena tarif yang berlaku sekarangpun masih dibawah harga pokok. Hal ini ditandai dari ketidak mampuan pengusaha angkutan kota untuk melakukan peremajaan.

Iskandar Abubakar @iskandarabu