Angkasa Pura 2

Citilink Indonesia Berlakukan Tarif Batas Bawah 40%

KokpitSenin, 19 Januari 2015
Citilink halimm

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaksana Tugas President (Plt) CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan mengatakan, pihaknya memberlakukan tarif batas bawah 40% sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai otoritas penerbangan sipil nasional.

Kendati begitu, Citilink Indonesia tetap komitmen memberlakukan ketentuan mengenai keselamatan secara maksimal.

Seperti dikutip kompas.com, Albert menjelaskan, pemberlakuan tarif batas terendah seperti yang diminta pihak regulator sudah diberitahu kepada semua perwakilan Citilink di seluruh Indonesia dan sudah berlaku serentak sejak Kamis (15/1/2015) sesuai aturan baru dari Kemenhub yang dikeluarkan pada 30 Desember 2014.

Ditambahkan Albert, pihak Citilink telah memberlakukan tarif penerbangan batas bawah atau tarif terendah sebesar 40 persen dari tarif batas atas sesuai pengelompokan yang ditentukan pemerintah di semua rute penerbangan yang dimiliki Citilink. Kebijakan tarif batas bawah di Indonesia sejak 15 Januari 2014

“Pemberlakuan tarif batas bawah tersebut sesuai dengan ketentuan Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan No.91 Tahun 2014 yang mengharuskan maskapai penerbangan wajib menerapkan batasan tarif normal yang merupakan tarif jarak terendah sampai tarif jarak tertinggi,” kata Albert akhir pekan lalu.

Dia memaparkan, hendaknya Kementerian Perhubungan juga mengawasi secara ketat implementasi dari PM No.91/2014 terhadap semua maskapai penerbangan sehingga aturan tersebut betul-betul di patuhi dan tidak ada yang melanggar.

“Citilink menyadari bahwa secara umum aturan itu dikeluarkan sebagai upaya untuk memperbaiki iklim dunia penerbangan nasional agar menjadi lebih baik,” kata Albert yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Keuangan Citilink.(helmi/awe)