Angkasa Pura 2

Kontrak Pembangunan KA Bandara Halim – Soetta Senilai Rp28 Triliun Dikaji Ulang

EmplasemenSenin, 19 Januari 2015
223

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah akan mengkaji ulang kontrak pembangunan kereta api (KA) Ekspres Bandara Halim Perdanakusuma-Soekarno Hatta (Soetta) dengan nilai investasi terkini Rp28 triliun.

Pengkajian ulang kontrak tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemhub), Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan direncanakan pada bulan ini dengan alasan perubahan skema pendanaan, di mana pemerintah tak akan terlibat langsung dalam pembiayaannya.

Dia mengemukakan pendanaan untuk program tersebut, sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak swasta sebagai investor. Peran pemerintah ialah penginisiasi dan penyelenggara, yang bertugas menyiapkan semua dokumen, dan berbagai perizinannya.

“Meski demikian, skema kerjasamanya tetap menerapkan konsep kerjasama antara pemerintah dan swasta (KPS). Hanya saja, pemerintah tidak akan menyumbang modal fiskal. Kami harapkan reviewnya sudah ditandatangani bulan ini,” ungkap Hanggoro di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (19/1).

Seperti dirilis bersatu, Hanggoro menyatakan Kemenhub menargetkan, setelah ada review ulang kontrak tersebut, keseluruhan proses, mulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study/FS) hingga pelelangan, dapat dilaksanakan hingga delapan bulan ke depan.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko menuturkan, kajian kelayakan pembangunan jalur KA sepanjang 33,68 kilometer (km) ini akan dilaksanakan ulang, lantaran penyesuaian setiap aspeknya, termasuk perhitungan tarif ke depan.

“Agar menarik lebih banyak atensi para calon investor, kami pun akan memperhitungkan kembali persoalan tarif. Kami berupaya agar proyek ini dapat menguntungkan pihak investor. Bila tarifnya tidak bersaing, kemungkinan besar tidak laku dijual kepada masyarakat,” jelas Hermanto.