Angkasa Pura 2

Harga BBM Turun,

Tarif KA Kelas Ekonomi Turun 5% dari Sebelumnya

EmplasemenSenin, 19 Januari 2015
IMG_20150119_145837

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengumumkan penurunan tarif angkutan kereta api (KA) ekonomi jarah jauh dan jarak menengah mulai Maret 2015. Pemberlakuan tarif berlaku tiga bulan mendatang, karena tiket saat ini sudah dijual sejak H-90.

“Tarif KA kelas ekonomi turun 5% dari tarif yang berlaku sebelumnya,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Senin (19/1/2015).

“Penurunan tarif itu dilakukan sejalan dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) termasuk solar. Tapi, karena tarif KA ekonomi disubsidi pemerintah, maka beban yang harus dibayar rakyat tetap sama,” kata Dirjen.

Sedikitnya ada 11 KA kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi dari Pemerintah. KA tersebut antara lain KA Logawa, KA Bangunkarta, KA Bengawan, KA, Matarmaja, KA Progo, KA Sritanjung, KA Serayu, KA Tawang Alun, KA Rajabasa, KA Putri Deli dan lainnya.

Akibat penurunan tarif ini, kata Hermanto, maka akan terjadi penghematan subsidi PSO yang dikucurkan pemerintah melalui APBN.

“Misalnya, tarif KA ekonomi Jakarta-Surabaya Rp110 ribu per orang. Nanti, turun menjadi Rp105 ribu. Kalau selama ini pemerintah memberikan PSO sebesar Rp60 ribu, ke depan turun menjadi Rp55 ribu,” jelas Hermanto.

Ditambahkan Dirjen, besaran tarif KA ekonomi yang dibayarkan masyarakat tetap sama, yaitu Rp50 ribu. “Tarif itu yang dibayar masyarakat setelah disubsidi oleh pemerintah melalui PSO di APBN,” papar Hermanto.

Jadi, besaran PSO yang dikuburkan Pemerintah di APBN akan berkurang. Sedang volume PSO yang dibayarkan pemerintah akan disesuaikan dengan jumlah penumpang yang diangkut KAI,” tandas Hermanto.

Seperti diketahui, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menerima PSO Rp1,5 triliun tahun ini. Jumlah itu naik dibanding tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.

“Pemerintah tetap komitmen memberikan pelayanan umum pada rakyat termasuk angkutan umum kelas ekonomi,” tegas Hermanto.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari