Angkasa Pura 2

Teluk Eden Perairan Paling Rawan Aksi Perompakan

DermagaSenin, 19 Januari 2015
IMG_20150114_105509

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaut bukan hanya menjanjikan gaji dan penghasilan yang besar. Tapi, resiko kerja di tengah laut maupun ancaman kejahatan di laut seperti perompakan juga besar. Ada beberapa daerah yang dikenal paling rawan aksi perompakan di laut.

“Setiap pelaut harus siap dan mengantisipasi dengan baik. Jangan sampai sia-sia bahkan menjadi korban kejahatan di laut,” ujar Kepala Pusabang SDM Perhubungan Laut Capt.Erwin Rosmali saat dihubungi beritatrans.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Fakta selama ini, daerah Teluk Eden menjadi daerah paling rawan aksi perompakan terhadap kapal-kapal di luat. Kasus MV Kudus yang membawa biji timah disandra perompak Somalia saat mau melintas Laut Merah beberapa waktu lalu menjadi salah satu contohnya,” kata Erwin.

Selain itu, lanjut dia, juga masih ada beberapa daerah lin di perairan international yang dikenal rawan aksi kejahatan di laut. Termasuk di dalamnya, Selat Malaka dan perairan Laut China Selatan.

“Kendati begitu, daerah yang dikenal paling rawan di dunia adalah Teluk Eden. Setiap kapal yang akan melintas di daerah itu menuju Laut Tengah bahkan Terusan suez tujuan ke Eropa biasanya dikawal kapal perang Nato. Tapi, jika lengah bisa saja mejadi mangsa perompak asal Somalia yang dikenal ganas dan nekat itu,” kata Erwin lagi.

Sementara, Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok Capt.Indra Priatna menambahkan, perompak laut kini menjadi profesi prestisisu dan menjanjikan bagi rakyat Somalia.

“Banyak wanita dan orang tua di negeri itu mendambakan menantu atau pasangan yang berprofesi sebagai perompak. Selain itu hasilnya juga sangat menjanjikan,” kata Indra lagi.

Dalam berbagai aksi perompakan di Teluk Eden oleh prompak asal Somalia, tambah Indra, mereka sudah melengkapi diri dengan kapal cepat dan senjata canggih. “Dengan begitu, mereka bisa mengejar kapal-kapal barang calon mangsanya, sekaloigus melarikan diri dari kejaran aparat keamanan setempat,” jelas dia.

Oleh karena itu, menurut Indra, berdasarkan pengalaman dia sebagai nakhoda yang sudah menjelajah lautan luas menyebutkan, menjadi pelaut harus ditunjung fisik yang kuat, otak encer. Juga perlu memiliki kemampuan bela diri dan menggunakan senjata dengan baik.

“Jika suatu saat menghadapi kondisi terburuk seperti dirompak di tengah laut bisa menghadapi dengan baik,” tandas Indra.(helmi)