Angkasa Pura 2

Infrastruktur dan Logistik Kendala Investasi di Indonesia

KoridorSelasa, 20 Januari 2015
BKPM ktr

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memetakan jumlah investasi yang bermasalah dan BKPM akan berperan sebagai clearing house atau tempat penyelesaian masalah. Investasi di Indonesia mendatang harus berjalan lancar termasuk di bidang infrastruktur untuk mendukung arus logistik.

Data dari BKPM menyebutkan, saat ini tengah mengerjakan 100 lebih investasi bermasalah yang terbagi dalam enam sektor, yaitu sektor energi, labor-intensive industry, agrikultur, maritim, import substitution, dan industri ekspor. BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2019 akan mencapai angka Rp933 triliun dengan rata-rata pertumbuhan investasi sebesar 15,4 persen.

Kepala Deputi Bidang Promosi Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga di Jakarta, Selasa (20/1/2015) mengatakan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh para investor di Indonesia. “Salah satunya ialah faktor infrastruktur dan logistik,” katanya seperti dikutip kompas.com.

“Tantangan selain infrastuktur dan logisik, ada masalah lisensi bisnis, yang akan berdampak pada waktu, biaya, ketidakpastian, dan transparansi. Lalu, ada masalah regulasi atau kebijakan dan yang terakhir adalah isu tenaga kerja atau buruh,” kata Himawan dalam acara Indonesia, China, and The Pacific Rim Relationship; Economy, Business, and Foreign Investment Outlook itu.

Dikatakan, BKPM merancang tiga poin prioritas yang langsung ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo. Pertama ialah untuk perubahan sistem lisensi. Kedua, memecahkan sejumlah masalah investasi dan terakhir mengembangkan iklim investasi Indonesia.

“Pertama kita akan ada pembaruan di sistem pengadaan lisensi (one stop service), yang mana akan lebih cepat, mudah, transparansi, dan terintegrasi. Bahkan, dalam sistem baru ini, Presiden Jokowi bisa memantau langsung jalannya proses investasi,” tandas Himawan.(helmi/awe)

loading...