Angkasa Pura 2

Parkir Liar Dikuasai Preman, Dishub Butuh Bantuan TNI dan Polri

KoridorSelasa, 20 Januari 2015
Parkir Liar(1)

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelarangan melintas sepeda motor di sepanjang jalur MH. Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat, semakin memperbesar wilayah parkir liar di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Benjamin Bukit, menyatakan bahwa dalam beberapa bulan ini pihaknya mengalami kendala dalam menghadapi keberadaan parkir liar tersebut.

“Penertiban parkir liar di Jakarta berkendala premanisme. Hampir semua lokasi parkir liar yang hendak ditertibkan berada di bawah pengelolaan kelompok preman,” kata Kadishub DKI Jakarta, Benjamin Bukit.

Akibat kondisi itu, ia tidak ingin mengambil resiko keselamatan terhadap anak buahnya. Karenanya, instasi yang dipimpinnya membutuhkan keterlibatan pihak kepolisian dan TNI dalam upaya penertiban liar di DKI Jakarta.

“Tidak mampu kita kalau sendiri untuk memberantas premanisme. Misalnya kayak penertiban (parkir liar) di Tanah Abang, itu kan kental premanismenya. Kita harus dibantu TNI dan Polri, daripada kita mati konyol,” kata Benjamin.

Seperti diketahui, di wilayah DKI Jakarta, banyak terdapat parkir liar yang dikelola oleh sekelompok preman. Rata-rata untuk setiap motor dikenakan tarif Rp10.000 untuk sekali parkir. Sedangkan mobil Rp20.000 untuk satu kali parkir.

“Biasanya sih sekali parkir untuk satu hari diminta Rp10.000 dan langsung bayar. Segi keamanan juga kita gak bisa pastikan. Tapi mau gimana lagi, parkiran susah,” ujar Hendro, pria yang bekerja di sebuah rumah makan di Mall Plaza Indonesia. (ael)