Angkasa Pura 2

PKTJ Tegal Menjadi Satu Pelaksana Diklat Berbasis Kompetensi

SDMSelasa, 20 Januari 2015
IMG_20150112_141141

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan siap menggelar program pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk awak kendaraan darat terampil. Mereka itu meliputi pramudi, teknisi dan asistennya. Indonesia butuh banyak tenaga terampil dan profesional untuk transportasi darat.

“Kita mendapat kepercayaan dari Bappenas untuk menyelenggarakan diklat berbasis kompetensi di tahun 2015 dan dana bersumber dari APBN. Untuk diklat awak angkutan darat, salah satu lokasinya akan dilakukan di Politeknik Keselataran dan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal Jawa Tengah. Itu salah satu kampus andalan kita untuk moda transportasi darat,” ujar Kabag Umum dan Humas BPSDM Perhubungan M.Albahori,S.Ikom pada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Dikatakan, alokasi dana dari Bappenas sebesar Rp105 miliar untuk seluruh moda, baik darat, laut dan udara. Khusus untuk SDM moda transportasi darat mendapat kuota sampai 1.700 orang. “Mereka itu meliputi pramudi, teknisi dan asistennya,” kata Al, sapaan akrab dia.

“Peserta diklat SDM untuk transportasi darat akan direkrut bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Nanti, mereka yang akan lebih banyak berperan untuk merekrut peserta didiknya. PKTJ menjadi penyelenggara diklatnya,” terang Al.

Dia menambahkan, untuk diklat SDM moda transportasi darat ini, bukan hanya di gelar di satu lokasi. Ada beberapa kampus yang ditunjuk untuk menggelar program diklat SDM tranportasi darat ini, yaitu PKTJ Tegal, Jawa Tengah, BP2TD (Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat) Bali dan BP2TD Palembang.

Seperti diketahui, PKTJ Tegal adalah salah satu pusat diklat transportasi darat ternama di Tanah Air. sekolah kedinasan di bawah BPSDM Perhubungan itu sudah mendidik ratusan SDM profesional, terutama yang sekarang menjadi pejabat elit di Kementerian Perhubungan atau Dinas Perhubungan di berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa mantan Dirjen Perhubungan Darat seperti Iskandar Abubakar, Suroyo Alimoeso serta pejabat yang kini masih bertugas di Ditjen Perhubungan Darat pernah belajar di PKTJ. Kampus ini selain menyelenggarakan pendidikan reguler, juga ada program diklat, kursus pimpinan dan lainnya. “Paling tidak, mereka ikut program diklat atau kursus singkat di bidang transportai darat di PKTJ itu,” terang Al.

Oleh karena itu, tambah Al, kalau sekarang BPSDM Perhubungan mendapat kepercayaan dari Bappenas untuk menjadi pelaksana program diklat berbasis komptensi ini harus dilakukan dengan baik. “Kita mempunyai pengalaman dan infrastruktur pendukungnya. Selain itu, kebutuhan SDM yang ada cukup terlatih dan berpengalaman ada semua. Tapi juga jangan sampai mengecewakan hasilnya,” tegas Albahori.(helmi)

loading...