Angkasa Pura 2

Susi: Oknum & Pemilik Kapal Berkolusi Dapatkan Solar Subsidi dan Ikan Tak Dilelang

Kelautan & PerikananSelasa, 20 Januari 2015
IMG_20150120_095644

JAKARTA (beritatrans.com) – Lewat akun twitter, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan permainan oknum dengan pemilik kapal penagkap ikan. Tak hanya untuk mendapatkan solar subsidi, tetapi juga agar ikan hasil tangkapan tidak dilelang.

Menteri, yang belum lama ini membakar kapal ikan milik nelayan asing, itu mengutarakan kapal-kapal dengan bobot di atas 30 GT bisa mendapatkan BBM bersubsidi karena adanya kolusi tersebut.

Dalam twit Selasa (20/1/2015) itu, dia mengemukakan kolusi tersebut berupa pemalsuan data bahwa kapal berbobot 30 ton, padahal fisik kapal minimal 60-90 GT. Pemalsuan ini ditempuh untuk menyiasati ketentuan bahwa hanya kapal dengan bobot maksimal 30 GT yang mendapat solar subsidi.

Dia mengemukakan kapal yang sebagian besar menggunakan alat penangkap ikan cantrang atau trawl ini membutuhkan 20 – 25 ton solar untuk sekali melaut dengan durasi waktu 60 -80 hari.

Penggunaan cantrang itu sendiri, Susi Pudjiastuti menyatakan dilarang sejak tahun 1980. Alasannya, merusak ekosistem laut.

LELANG & DISTRIBUSI
Perempuan, yang jago naik motor dan ‘menyopiri’ pesawat, tersebut juga menyoroti kolusi pemilik kapal berbobot besar dengan oknum, sehingga ikan tangkapan tidak dilelang. Hanya kapal-kapal berbobot 20 GT saja yang lelang.

Hasil tangkapan itu diborong oleh tengkulak, seperti terjadi di Tegal. Akibatnya pendapatan asli daerah (PAD) Tegal hanya sekitar Rp5 miliar/tahun. Bila seluruh kapal mengikuti lelang, maka PAD bisa mencapai Rp25 miliar. (helmi/aliy).