Angkasa Pura 2

Fitra: Laba Kecil Penyebab Pemerintah Kucurkan PMP ke BUMN

Another NewsKamis, 22 Januari 2015
Kantor BUMN

JAKARTA (beritatrans.com) – Satu faktor yang membuat BUMN menjadi beban keuangan negara adalah rendahnya laba yang disetor, tidak sebanding dengan (penambahan) penyertaan modal yang dikeluarkan pemerintah setiap tahunnya. Sebaliknya, penyertaan modal pemerintah (PMP) cenderung terus naik.

Demikian siaran pers Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Kamis (22/1/2015). Beberapa BUMN transportasi seperti PT Angkasa Pura II, PT Pelni, PT Djakarta Lloyd, PT Pelindo IV dan lainnya.

Sekjen Fitra Yenny Sucipto mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2010-2013 APBN mengeluarkan Rp269,7 triliun untuk tambahan penyertaan modal, sementara total setoran laba BUMN ke APBN hanya Rp123,1 triliun.

Dalam kurun waktu 3 tahun (2010-2012) pula, terdapat 38 BUMN dengan total laba Rp15,1 triliun, sama sekali tidak memberikan setorannya ke negara. “Dari ke 38 BUMN tersebut, 20 BUMN telah mendapatkan tambahan penyertaan modal dengan total Rp4,3 triliun dari negara,” sebut Fitra.

Secara keseluruhan, tambah Yenny, nilai penyertaan modal per 31 Desember 2013 telah mencapai Rp770,4 triliun. “Sedang nilai laba ditahan oleh BUMN sebesar Rp509,8 triliun dan kontribusi ke negara dalam bentuk deviden rata-rata pertahun hanya sebesar 24% (kurun waktu 2010-2013),” tegas dia.(helmi)