Angkasa Pura 2

BPK: 54 Persen BUMN Rugi karena Misinvestasi

Another NewsJumat, 23 Januari 2015
achsanul bpk

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan penyebab utama BUMN mengalami merugian. Menurut BPK, Penyebab utama kerugian BUMN disebabkan karena banyaknya investasi yang sia-sia. Termasuk beberapa BUMN sektor transportasi yang menderita kerugian sampai tahun 2014 lalu.

“Jadi, 54 persen kerugian itu karena misinvestasi. Investasinya mubazir.” ujar Anggota BPK Bidang BUMN Achsanul Qosasi dalam diskusi publik optimalisasi Deviden BUMN, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Khusus BUMN transportasi yang merugi di tahun 2014 antara lain Garuda Indonesia yang mencapai 2,7 trilikun sampai triwulan III 2014. Sebelumnya, BUMN seperti Merpati Nusantara Airlines (MNA), Djakarta Lloyd, Perum PPD dan lainnya juga mencatatkan kerugian.

Seperti dikutip kompas.com, Achsanul mengaku heran mengapa banyak investasi BUMN yang mubazir. Achsanul pun mengatakan tak tahu apakah hal tersebut akibat adanya intervensi politik atau bukan.

Selain karena banyaknya investasi yang mubazir, kerugian BUMN juga disebabkan belum dibayarkannya PSO oleh pemerintah. Padahal kata dia, sebagian besar BUMN menerapkan kebijakan PSO.

“Faktor berikutnya karena 24 persen BUMN PSO, dan itu yang dilakukan BUMN belum dibayar oleh pemerintah,” kata Achsanul.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah tak menungggak pembayaran PSO BUMN. Pasalnya, tak dibayarkannya PSO jelas akan membebani keuangan BUMN.

Bedasarkan data BPK menyebutkan, jumlah BUMN Indonesia berjumlah 142 dan memiliki total jumlah aset Rp4.200 triliun. Sementara sumbangsih BUMN terkait pajak kepada negara sebesar Rp100 triliun, laba Rp122 triliun, deviden Rp38 triliun, KUR Rp33 triliun, dan PKBM Rp11 triliun.(helmi/awe)